Penegak Hukum Layak Berantas Peredaran Pupuk Ilegal di Luwuk Banggai

Ungkap  Kasus Ditemukannya  Lagi Pupuk Ilegal Seberat 7,14 Ton di  Sulteng.  

   Anggota  KODIM 1308    Sidak Tempat Penimbunan Pupuk Subsidi  Ilegal”

 

IMG-20150915-00596Luwuk Banggai, Sulteng (BN) –  Masih pula tak jera ditemukan lagi penyalahgunan pupuk ilegal, kembali terjadi di Kecamatan Toili, Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Setelah kemarin, Senin (14/9/2015) diberitakan BINPERS.COM terkait ditemukannya dugaan penyimpangan pupuk ilegal seberat 4 ton, kali ini kembali diamankan barang bukti seberat 7 ton 140 kilogram pupuk urea (7,14 ton) di desa Tanah Abang Kecamatan Toili, tepatnya di tempat bapak Sudewodadi. Baca : Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di kecamatan Moilong Sulawesi Tengah

Menurut keterangan nara sumber yang ditemui awak media BINPERS.COM, Selasa (15/9/2015) mengatakan, pupuk tersebut juga disalurkan oleh pengecer yang sama, yaitu bapak Subali (pemilik kios Tani Makmur).

Barang bukti tersebut ditemukan oleh anggota TNI, Serda Pulukadang bersama Serma Yusran Laode, anggota unit intel Kodim 1308 Luwuk Banggai.

“Barang bukti 7 ton 140 kilogram pupuk diamankan ke kantor Koramil Kecamatan Batui,” ujar nara sumber kepada awak media.

Dengan ditemukannya barang bukti penyaluran pupuk secara ilegal dalam jumlah yang sangat banyak, sudah selayaknya pihak penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian dan kejaksaan  juga  dinas terkait yang ada di Luwuk Banggai khususnya dapat mengusut secara tuntas dugaan penyimpangan tersebut. Sebab, penyaluran pupuk secara ilegal dalam jumlah yang lebih besar disinyalir sudah berlansung cukup lama dan melibatkan banyak pihak sehingga berpotensi merugikan negara dan masyarakat petani pada umumnya yang merasa kesulitan memenuhi kebutuhan petani yang ada  untuk memperoleh pupuk. (Verra/Red)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment