Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di kecamatan Moilong Sulawesi Tengah

ilustrasi

Luwuk Banggai, Sulteng-BN, Kelangkaan pupuk subsidi urea di wilayah kecamatan Moilong Luwuk, Sulawesi Tengah, baru–baru ini sangat diresahkan para petani yang sampai saat ini juga sangat sulit mendapatkan kebutuhan pupuk. Hal ini disebabkan oleh salah satu distributor yang diduga kuat bekerja sama dengan salah satu oknum pengecer resmi yang selama beberapa tahun mengandakan data RDKK yang ada di wilayah Kecamatan Moilong. Terkait hal inipun sehingga Tim Investigasi binpers.com yang juga melibatkan anggota TNI Sertu Hasanudin salah satu Babinsa di kecamatan Moilong mencari tahu atas kebenarannya.

Di tempat terpisah Tim juga menemukan adanya pengiriman Pupuk ilegal sebanyak 4 ton. Barang bukti ditemukan langsung oleh tim investigasi juga oleh anggota TNI Babinsa Sertu Hasanudin di wilayah desa Toili kecamatan Moilong Kabupaten Luwuk Banggai pada tanggl 3 September 2015 sekitar pukul 20.00 yang siap disalurkan ke perkebunan kelapa sawit. Saat itu, Babinsa Sertu Hasanudin menemukan tumpukan pupuk urea bersubsidi di depan rumah Pak Abas selaku ketua kelompok perkebunan sawit, yang beralamat di Desa Toili kecamatan Moilong. Saat barang bukti ditemukan oleh anggota TNI, Babinsa Sertu Hasanudin melaporkan kasus ini ke anggota TNI Bintara penghubung (BINTABUNG) Pelda Alis Tjandring untuk mengkonfirmasikan Pak Abas selaku pemilik pupuk tersebut.

Setelah dikonfirmasi bahwa pupuk ini akan disalurkan ke perkebunan kelapa sawit, menurut pak Abas juga selaku ketua kelompok perkebunan kelapa sawit, Pelda Alis Tjandring menanyakan juga apakah penyaluran ini melalui RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) ? Penjelasan Abas ke Serda Alis Tjandring bahwa penebusan pupuk bersubsidi ini melalui Pak Subali pengecer pupuk bersubsidi (kios Tani Makmur) wilayah kecamatan Toili.

TIM WRC (Wartawan Reaksi Cepat) mendapat informasi dari masyarakat di kecamatan Moilong, tentang tumpukan pupuk urea bersubsidi yang siap disalurkan ke perkebunan kelapa sawit itu sangat meragukan. Selanjutnya TIM WRC langsung konfirmasi ke dinas perkebunan dengan Faizal Alimu, SP, kepala seksi sarana produksi dan mekanisasi perkebunan. Menurutnya, bahwa belum ada RDKK yang terbit ditahun 2015 untuk penyaluran pupuk bersubsidi ke perkebunan kelapa sawit.

Kasus ini, TIM WRC telah melaporkan ke dinas terkait juga TNI DANDIM Themy Usman S.Sos.M HAN, Letnan Kolonel Arm.,bersama Letda Inf. Dumanau Lahope (DAN UNIT INTEL KODIM 1308/Lb) untuk menindaklanjuti hasil temuan ini. Juga berdasarkan Permendag No. Permendag 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian terutama pasal 2 dan pasal 3 hingga pasal 10 serta pasal 20 dan 21. Adapun mengenai sanksi sebagaimana disebutkan pada pasal 26 hingga pasal 31.

Praktik ilegal pupuk bersubsidi diduga kuat bukan hanya itu saja, tetapi dengan adanya temuan penyalahgunaan pupuk bersubsidi dari pengecer ke petani sebanyak 4 ton urea, maka TIM WRC mendatangi beberapa kelompok tani untuk menginvestigasi penyaluran pupuk bersubsidi yang beralamat desa Saluan dan Bumi Harjo Kecamatan Moilong. Berdasarkan hasil investigasi ke ketua-ketua kelompok tani persawahan bahwa telah terjadi kelangkaan pupuk urea, dan untuk membenarkan keluhan-keluhan petani ini, TIM WRC mendatangi pihak pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) yang bertanggung jawab atas penyaluran pupuk bersubsidi sesuai wilayah. Menurut keterangan pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) telah melakukan penebusan pupuk urea ke distributor PT. Sinar Terang Anugerah itu tidak bisa lagi menebus pupuk urea dengan alasan tidak ada lagi RDKK karena pupuk urea sudah ditebus oleh pengecer pak Subali (kios Tani Makmur). Yang herannya, penebusan pupuk telah terjadi 2 kali dengan RDKK yang sama, sementara RDKK asli ada di pengecer ibu Hj Rahma (kios Vany Jaya). Yang jadi pertanyaan, penebusan pupuk pengecer pak Subali (kios tani makmur) ke distributor PT.Sinar Terang Anugerah menebus pupuk bersubsidi muncul surat dari mana? sehingga bisa menebus pupuk.

TIM WRC juga mengkonfirmasi tentang hal ini ke distributor PT.Sinar Terang Anugerah, terkait penebusan pupuk oleh pengecer pak Subali (kios Tani Makmur) sangat diragukan. Setelah TIM WRC menanyakan tentang penebusan pengecer pak Subali ke distributor, muncul RDKK dari mana sehingga bisa melakukan penebusan pupuk bersubsidi.sedangkan RDKK asli ada di pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) ? Sementara pihak distributor menjelaskan bahwa ada surat pernyataan penolakan pengecer pupuk bersubsidi dari pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) ke pengecer pak Subali (kios Tani Makmur) di tahun 2013. Yang lebih herannya lagi, kenapa selama penolakan pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) sampai tahun 2015 bulan Juli penebusan pupuk ke distributor PT.Sinar Terang Anugerah itu sangat berjalan lancer? Ada apa dengan distributor PT.Sinar Terang Anugerah? Juga ada apa dengan pengecer pak Subali (kios Tani Makmur) ? Ada apa juga dengan mantan PPL Sahroni desa Sumber Harjo ? yang sudah membuat surat pernyataan penolakan pengecer pupuk bersubsidi yang sama sekali tidak ada koordinasi dengan pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vani Jaya), Gapoktan pak Mahmud, juga kelompok-kelompok tani yang bertanda tangan di desa Sumber Harjo.

Penyalahgunaan penyaluran pupuk untuk petani tidak disalurkan dengan semestinya untuk petani maka diselewengkan ke perkebunan kelapa sawit, sehingga dari tahun 2013-2015 bulan juli, dari distributor maupun pengecer sudah merugikan petani dan secara tidak langsung telah merugikan masyarakat petani maupun merusak perekonomian dan pendapatan petani daerah. Dimana letak nurani sebagai manusiawi yang bijak?

TIM WRC merasa tidak puas tentang hal ini. Kebenarannya seperti apa, sehingga membuat satu pertemuan yang dihadiri oleh anggota TNI Babinsa Sertu Lasaili, PPL Suyanto juga Gapoktan Mahmud juga ketua-ketua kelompok tani desa Sumber Harjo kecamatan Moilong, untuk memperjelas kasus ini.

Hasil dari pertemuan tentang surat pernyataan penolakan pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vany Jaya) ke pengecer pak Subali (kios tani makmur) kecamatan Toili, surat pernyataan dibuat oleh mantan PPL Sahroni desa Sumber harjo pada tahun 2013. Surat pernyataan ini ditujukan ke distributor PT.Sinar Terang Anugerah.TIM WRC mengkonfirmasi tentang pernyataan penolakan pengecer ibu Hj Rahma Masulili (kios Vani Jaya). Setelah dikonfirmasi ke pihak-pihak terkait menerangkan bahwa pengecer ibu Hj Rahma (kios Vany Jaya) tidak pernah menerima surat pernyataan penolakan pengecer atau pemberitahuan dari pihak distributor PT.Sinar Terang Anugerah, selama dari tahun 2013-2015 bulan juli. Hasil pertemuan tentang penolakan pengecer pupuk, pengakuan dari Gapoktan pak Mahmud dan ketua-ketua kelompok tani bahwa tidak pernah membuat surat pernyataan penolakan pengecer ibu Hj. Rahma Masulili (kios Vany Jaya) ke pengecer pak Subali (kios Tani Makmur), sehingga terjadi korupsi selama dari tahun 2013-2015 bulan juli. (VT/WRC Sulteng)

Satu tanggapan untuk “Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di kecamatan Moilong Sulawesi Tengah

  • 17 September 2015 pada 22:02
    Permalink

    dalam hal ini pihak Lembaga Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat aset negara RI akan mengambil sikap melakukan kordinasi demngan pihak Instansi terkait .denmganadanya kelankahan pupuk tersebut ,jelas ini merugiklan para petani yang ada,,, kepada pihak kepolisian juga harus ikut serta dalam peningdak langjutin peninbunan pupuk bersubsidi …saya ucapkan juga trimakasih kepada pihak kodim 1308 juga kepala dinas Pertanian yang ikut serta mau mengawasi adanya pupuk subsidi tersebut ,juga jangan lupa Distributur harus di non aktipkan juga cabut izinnya karna sudah melanggar aturan permendag 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian terutama pasal 2 dan pasal 3 hingga pasal 10 serta pasal 20 dan 21. Adapun mengenai sanksi sebagaimana disebutkan pada pasal 26 hingga pasal 31.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *