Otoritas Bandara Temukan Modus Baru Penyelundupan Satwa

Burung Nuri Kepala Hitam Hewan Asli Papua
Burung Nuri Kepala Hitam Hewan Asli Papua

TIMIKA-BN, Otoritas Bandara Mozes Kilangin, Timika, menemukan upaya penyelundupan satwa lindung dari Timika menggunakan modus baru. Kali ini, para penyelundup memasukkan satwa seperti berbagai jenis burung ke dalam buah pepaya.

“Mereka menggunakan buah pepaya yang masih mangkal, kemudian memasukkan burung lalu dirapikan kembali. Mereka kasih lubang kecil pada buah sebagai ruang bernafas untuk burung,” ungkap Kepala Bandara Mozes Kilangin, Subagyo Hadidjan kepada wartawan, Jumat (3/7).

Subagyo mengaku, pihak otoritas bandara Mozes Kilangin telah mengagalkan upaya penyelundupan satwa jenis burung nuri menggunakan modus baru itu beberapa waktu lalu. Sebelumnya, berbagai modus penyelundupan telah terungkap. Antaralain penyelundupan burung Kaka Tua maupun Nuri menggunakan botol air mineral, termos air, dan berbagai wadah lainnya.

“Kami melihat buah pepaya yang dibawa penumpang mencurigakan, kemudian kami bongkar dan ternyata ada burung di dalam. Ini merupakan modus baru yang paling terahir kami temukan,” jelasnya.

Wilayah Papua yang kaya akan sumberdaya alam hayati, memang kerap menjadi sasaran upaya peyelundupan. Berbagai jenis satwa dengan nilai jual cukup tinggi ditemukan di Papua. Kondisi ini membuat otoritas bandara di Timika terus memperketat pengawasan.

“Kita akan lebih memperketat pengamanan pada pemeriksaan melalui deteksi X-Ray. Selama ini memang kita terapkan aturan untuk semua barang wajib melalui X-Ray. Namun setelah kita temukan beberapa kasus penyelundupan ini, sehingga itu menjadi pelajaran kita untuk lebih meningkatkan pengawasan,” tandas Subagyo.

Subagyo mengatakan, para pelaku penyelundupan menggunakan berbagai cara untuk melancarkan aksi mereka. Seperti keterampilan para pelaku dalam mengemas barang selundupan mereka, hingga bahkan lolos melewati detector X-Ray.

“Akan kita perketat pengawasan monitor di X-Ray. Kalau barang yang dicurigai, itu segera dibuka. Jangan sampai calon penumpang ngakunya makanan, tetapi ternyata bukan makanan,” ujarnya.

Subagyo memastikan dengan memperketat pemeriksaan barang bawaan para calon penumpang pesawat, dapat meminimalisir upaya penyelundupan satwa dan menekan tindak kejahatan penyelundupan barang terlarang seperti narkoba dan lainnya.

“Selama ini kita belum temukan adanya penyelundupan narkoba. Kita memang tetap melewati X-Ray dan pemeriksaan lewat body. Kalaupun ada yang mencurigakan, itu pasti kita akan periksa,” tuturnya.

Sebab, otoritas bandara Mozes Kilangin yang dikelola oleh PT Avco menjalin kerjasama dengan sejumlah unsure pengamanan, antaralain Kepolisian Sektor Kawasan Bandara, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Timika maupun Security PT Freeport.

“Koordinasi pengamanan dengan beberapa satuan ini sangat terkoordinir. Apalagi kepolisian sangat dekat dengan area bandara,” ujarnya. (max)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *