Berdalih CCO, Perencanaan Bina Marga DPU Prov Jambi Amburadul

jalanJambi-BN, Edisi sebelumnya media ini memuat pekerjaan jalan Bagan pete kekurangan Volume sepanjang satu kilo meter yang mana proyek ini terkesan dipaksakan, walau dalam rencana kegiatan ini tidak pernah direncanakan, namun ditengah-tengah kegiatan Bina Marga Dinas PU provinsi jambi Proyek ini dimunculkan. (baca: Peningkatan Jalan Bagan Pete Diduga Kekurangan Volume Sepanjang 1 Km, Kadis Pu Prov. Jambi Tanggapi Dingin)

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim Berita Investigasi Nasional di lapangan, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pada satuan kerja DPU Provinsi Jambi bidang Bina Marga, Alokasi dana pekerjaan Jalan Bagan pete sebesar Rp.2,5 milyar, Pemilihan langsung dengan pasca kualifikasi Nomor : 02.40/POKJA-KONST/DPU-BM/APBD/2015.

Dari gambar kerja peningkatan jalan Bagan pete, dengan realisasi pekerjaan terlihat ada pengurangan panjang jalan yang sebelumnya 2,5 KM menjadi 1,5 KM, artinya ada pengurangan Volume pekerjaan sepanjang 1 km.

Menurut Kasi Perencanaan Bidang Bina Marga DPU Prov Jambi, Tetap Sinulingga, ST. ketika dikonfirmasi Kamis (27/8) silam, mengatakan sewaktu ditenderkan panjangnya 2,5 km dengan dana Rp. 2,5 milyar, namun setelah dilaksanakan dilapangan dana itu ternyata tidak mencukupi untuk pekerjaan 2,5 km tersebut, maka dilakukan revisi alias Adendum/Amandemen kontrak alias CCO disaat pelaksanaan pekerjaan dengan target panjang 1,5 km tanpa merubah item pekerjaan lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa jelas-jelas Bidang Bina marga DPU prov Jambi diduga kuat telah melanggar Kepres 80 Tahun 2003, Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 80 Ayat 1 yang menyatakan dan menjelaskan ketentuan CCO, Adendum kontrak yang tidak melebihi dari 10% dari setiap Volume pekerjaan. Namun kenyataannya Bina marga DPU prov jambi terkait pekerjaan jalan Bagan pete melakukan CCO hingga mencapai 40%, hal ini menggambarkan ketidak Profesionalan Bidang Perencana, yang diduga mengarah kepada persekongkolan dan berlindung dibalik CCO.

Aroma KKN terendus dengan dalih CCO sangat mendominasi jawaban dari PA, KPA, PPK ketika proyek-proyek mereka dipelototi hingga diakhir pekerjaan.

Yang menjadi pertanyaan awamnya adalah dimana fungsi perencana? bukankah sedari awal setiap proyek sudah direncanakan berikut dananya? Jika terjadi Adendum kontrak patutkah melebihi dari 10%?, wajar saja seperti pekerjaan jalan Bagan pete yang beraroma KKN sebab sedari awal perencanaan proyek ini tidak ada dalam progres Bidang Bina Marga, proyek ini lahir ditengah-tengah kegiatan DPU Provinsi Jambi, mengapa…?!.(ranto/TIM)

Satu tanggapan untuk “Berdalih CCO, Perencanaan Bina Marga DPU Prov Jambi Amburadul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *