Bantuan DAK Pendidikan dan Block Grant di Kabupaten Mamuju Utara Dinilai Bukan Swakelola

ilustrasi
ilustrasi

Mamuju Utara – BN, Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2014 adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan bidang pendidikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 100 tahun 2013.

Begitu pula dengan Bantuan Block Grant yang diberikan Kementerian Pendidikan Australia untuk pembangunan 2 Unit Sekolah Baru Yaitu : SMPN 20 dan SMPN 21 di kabupaten Mamuju utara diduga dikontraktorkan, padahal Juknis Block Grant seharusnya dikelola secara swakelola tapi kenyataan ada pihak ketiga berinisial YL dan Dul, yang berperan dalam pengerjaan proyek Block Grant tersebut.

Hal tersebut ini di perkuat oleh keterangan dari kepala desa bulubonggu, Syamsuddin beserta pihak sekolah penerima DAK yang menyampaikan kepada wartawan, bahwa YL yang mengerjakan bangunan bantuan Block Grant tersebut.

Berdasarkan Rapat (8/12/2014) antara Pihak DPRD Mamuju Utara dengan Dinas Pendidikan terungkap pembicaraan kalau YL mengerjakan SMKN 7 Randomayang karena masih ada kesepakatan dengan pihak sekolah, sebab tahun kemarin YL jugalah yang mengerjakan SMKN 7 tersebut.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pengerjaan DAK bantuan Pemerintah dan Block Grant bantuan dari Kementerian Pendidikan Australia ini yang seharusnya dikerjakan secara swakelola tapi ternyata diduga di pihak ketigakan ?

Kementerian Pendidikan Nasional harus menyikapi tentang pelanggaran juknis yang terjadi di kabupaten Mamuju utara dan diduga menyalahi aturan yang ditetapkan kemendiknas. Karena kalau pekerjaan ini bermasalah maka secara petunjuk teknis kepala sekolah yang akan menjadi korban bermasalah dengan hukum.(tim Sulbar)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment