BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Bantu Urus Paspor, Suyadi Malah Ditahan

ilustrasi
ilustrasi

PONTIANAK-BN, Sungguh malang nasib yang dialami oleh Suyadi yang bermaksud membantu salah seorang penyewa rumah kost miliknya dalam mengurus legalitas kewarganegaraan untuk dokumen resmi paspor, malah dipolisikan.

Menurut Suyadi, dirinya merasa heran atas penetapannya sebagai tersangka oleh Polda Kalimantan Barat. Pasalnya, ia hanya membantu menunjukan seseorang yang bisa membuatkan paspor dan membantu mengambilkan uang milik Ida di Kantor Pos saja. Mengenai yang lain-lain ia tidak mengetahui.

Kejadiannya bermula ketika pada tanggal 18 Maret 2015, sdr Purwida alias Ida datang ke tempat kost Suyadi untuk menyewa salah satu kamar kost yang dia miliki di Gang Aren Pontianak Selatan. Sekitar 15 hari kemudian Ida bercerita kepada Suyadi bahwa seorang temannya yang bernama Dela minta kerja kepadanya. tapi Ida masih ragu, karena kuatir Dela memilih dalam hal kerjaan. Lalu Suyadi bilang terserah kepada Ida, karena dia tidak mengerti masalah tersebut.

“ Lantas, Ida pun memutuskan dirinya akan mengajak Dela bekerja ke Brunai Darusalam, karena ada majikan bernama Hj. Yusuf yang sedang membutuhkan Pembantu Rumah Tangga. Kemudian Ida meminta saya untuk mencarikan orang yang bisa membantu membuatkan paspor. Kemudian saya menanyakan apakah ada KTP dan KK yang bersangkutan, Ida menjawab cuma ada KK saja,” kata Suryadi.

Keesokan harinya, lanjut Suyadi, dirinya menghubungi temannya Faisal menanyakan apakah tahu orang yang bisa mengurus paspor, lalu Faisal mengirimkan nomor kontak seseorang yang bisa membantu mengurusi pembuatan paspor di Imigrasi, namanya Mawardi.

” Saya menemui Ida dan menelpon Mawardi di hadapan Ida. Kemudian Mawardi menyebutkan beberapa persyaratan. Tapi berhubung persyaratan yang diminta oleh Mawardi tidak semuanya ada, maka biayanya Rp.1,5 juta, namun setelah dikonfirmasi ke Dela, ternyata KK nya pun tidak ada, maka Mawardi menaikkan biayanya menjadi Rp 2 juta, apabila mau mengurus paspor tanpa KK dan KTP,” ungkap Suyadi.

Singkat cerita Ida pun menyetujuinya, kemudian Ida menghubungi majikannya dengan meminjam nomor Rekening Bank milik Suyadi untuk transfer uang dari Brunai. Tapi berhubung majikan Ida tidak mau transfer lewat rekening orang lain, akhirnya dikirimlah lewat Kantor Pos dan keesokan harinya Suyadi mengambil uangnya di Kantor Pos sebesar Rp.2,6 juta.

Selanjutnya Ida menyerahkan uang sebesar Rp 2.150.000 kepada Suyadi, dimana perinciannya adalah Rp. 2 juta untuk pembuatan paspor dan Rp.150 ribu untuk biaya operasional Suyadi membantu kelancaran mengurusnya.  Setelah pembuatan paspor selesai, pada bulan April 2015 dirinyapun membantu mempertemukan dengan pihak yang bisa membantu mengurus dokumen VISA.

Kamis (16/4/2015), sepulang kerja, Suyadi diberitahu oleh penghuni kost miliknya bahwa Ida ditangkap Polisi saat akan naik travel ke Malaysia, dan secara tiba-tiba pula seseorang yang bernama Ilham menelponnya agar datang ke Polda Kalbar.

“ Saya datang ke kantor Polda dan akhirnya ditetapkan sebagai Tersangka,” ulas Suyadi yang dijerat oleh Polisi dengan Pasal 2 Jo Pasal 10 UU No.21 Tahun 2007 dan/atau Pasal 102 ayat (1) huruf a UU No.39 Tahun 2004.

Ketua LP3K Kalbar Sy. Achmad menyikapi penetapan status Tersangka terhadap Suyadi, mempertanyakan pemenuhan unsur yang bisa menjerat Suyadi. “Apakah salah kita menunjuk orang yang mau mengurus dokumen resmi keimigrasian sesuai perintah undang-undang. Orang yang mau mengurus surat-surat resmi yang jadikan seperti ini. Mengurus dokumen resmi paspor saja salah, kalau tidak mengurus paspor dianggap illegal dan tidak memiliki dokumen resmi, lalu warga negara harus bagaimana,” ujar Sy. Achmad.

Terhadap kasus tersebut, Sy. Achmad meminta aparat penegak hukum untuk bisa melihat secara objektif. Ia sangat menyayangkan masyarakat yang tidak mengerti hukum selalu dijadikan sebagai korban.

“Dalam hal ini korban siapa dan yang dirugikan juga tidak ada, bahkan negara yang diuntungkan. Yang perlu diusut itu, kenapa paspor bisa keluar kalau syarat-syarat tidak lengkap?” tandas Ketua LP3K. ( Novi-Tim)

3 thoughts on “Bantu Urus Paspor, Suyadi Malah Ditahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *