Rita Widyasari Mendaftar Ke KPU Melalui Jalur Independen

TENGGARONG -BN, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kedatangan 2 pasangan calon Bupati dan wakil Bupati dari jalur independen atau perseorangan. Kedua pasangan calon kepala daerah Kukar tersebut yakni Rita Widyasari-Edi Damansyah serta Awang Wahyu-Andi Katanto

“Saya mendaftar kembali sebagai calon bupati, dengan niat baik. Semoga niat baik saya didukung semua warga Kukar. Saya akan meneruskan Program Gerbang Raja (Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera) di Kukar, karena selama 5 tahun periode pertama ini masih banyak belum sempurna. Jika kembali dipercaya masyarakat Kukar, semua itu kami sempurnakan,” jelas Rita.

Rita Widyasari (kerudung coklat) saat berada di kantor KPU Kukar
Rita Widyasari (kerudung coklat) saat berada di kantor KPU Kukar

Ketika mendaftar Rita didampingi suaminya, Endri Elfran Syafril. Begitu pula dengan Edi Damansyah yang selama ini dikenal sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, hadir bersama sang istri. Meskipun lewat jalur independen, Rita-Edi juga didukung sejumlah partai politik (Parpol) besar. Para ketua parpol pendukung itu juga hadir, seperti Yusmardani dari PDI-Perjuangan, Ustad Harunu Rasyid dari PKS, Rudiansyah dari Gerindra, Puji Hartadi dari Hanura, Windi Imelda dari Demokrat dan Marwan dari PAN Kukar.

“Sedangkan Partai Golkar menurut informasi saya terima, sudah memiliki calon sendiri,” tambah Rita.

Puteri kedua mantan Bupati Kukar, Syaukani HR tersebut berharap verifikasi persyaratan dilakukan pihak KPU segera selesai. Sesuai ketentuan, kemarin tim pemenangan Rita-Edi menyerahkan kekurangan dukungan sebanyak 9.800 berkas.

“Saya juga berharap pasangan calon lainnya bisa lolos verifikasi persyaratan ditentukan KPU, sehingga Pilkada di Kukar berlangsung lancar,” katanya.

Sekilas mantan Bupati Kukar periode 2010-2015 ini sempat menyinggung, jika nanti kembali terpilih sebagai kepala daerah, maka Edi Damansyah selaku Wakil Bupati mendapat tugas mengatur pengelolaan keuangan daerah serta aparatur, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) alias honorer.

“Kami berusaha maksimal agar Kukar ke depan semakin maju dan warga hidup sejahtera,” ucap Rita.

Sedangkan pasangan calon kepala daerah yang lebih dulu mendaftar, yakni Awang Wahyu-Andi Katanto, menuturkan kesiapannya membenahi Kukar. Meskipun masih harus memenuhi kekurangan persyaratan dukungan dari warga Kukar sekitar puluhan ribu, Awang Wahyu-Andi Katanto optimistis bisa berlaga di Pilkada, bahkan melampaui calon pesaingnya.

“Jika Ibu Rita-Pak Edi masih kekurangan syarat dukungan sebanyak 9 ribuan, maka untuk Pak Awang Wahyu-Pak Andi Katanto kekurangannya sebanyak 54 ribuan dukungan. Sesuai ketentuan, semua persyaratan dukungan itu sudah harus selesai sekitar 8 hari ke depan. Kedua pasangan calon tersebut juga belum menyerahkan rekening dana kampanye,” jelas Ketua KPU Kukar, Junaidi Samsuddin.(abd/akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *