Puluhan Warga Segel Kantor Lurah, Aktivitas Lumpuh Total

kantor lurah petoboPalu (BINPERS.COM). Puluhan warga mendatangi dan menyegel Kantor Lurah Petobo Kecamatan Palu Selatan. Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar Lurah Nur Hasan melanjutkan kembali Pemerintahannya.

Aksi Segel yang dilakukan warga tersebut sebagai buntut kekecewaan warga terhadap (Pemkot) Palu, yang tidak memberikan informasi kepada Masyarakat bahwa Lurah Nur Hasan telah di mutasi atau dipindahtugaskan.

“Walikota harusnya mendengarkan aspirasi masyarakat terlebih dahulu sebelum melakukan mutasi, Walikota kan bisa memerintahkan bawahannya untuk melakukan survei di wilayah ini (Petobo) dan mendengarkan seperti apa aspirasi warga. ini tidak, tiba-tiba lurah sudah diganti,” tutur suharto salah satu warga dan sekaligus anggota LPM Kelurahaan Petobo, Kamis (21/05).

Suharto menegaskan, Warga Petobo menolak kehadiran Purnama sebagai lurah yang baru dilantik menggantikan Nur Hasan. Pasalnya warga tak ingin dipimpin seorang wanita dalam mengurusi Pemeritahan diwilayah tersebut.

Dia menambahkan Kepemimpinan Nur Hasan sebagai Lurah dalam menjalankan roda Pemerintahaan di Kelurahaan baru berumur dua tahun. Sehingga menurut puluhan warga, itu sangat tidak adil Jika Nur Hasan dimutasi.

“Intinya kami ingin Lurah sebelumnya kembali, dan kami tidak setuju kalau kelurahaan ini dipimpin seorang wanita, ” kata suharto mewakili seluruh warga.

Warga juga mengancam, bila Pemkot Palu belum mendapat Solusi tepat, aksi Penyegelan akan terus dilakukan.

Sementara Ketua Adat Kelurahaan Petobo, Hakim meminta agar Pemkot Palu segera mencari Solusi terkait Persoalan ini. Sebab menurut Hakim, jika persoalan ini semakin berlarut juga, Ia mengkhawatirkan pelayanan kepada Masyarakat akan sangat terhambat.

Hakim juga menghimbau agar warga tidak bertindak semena-mena dan berujung pada perusakan fasilitas Pemerintah.

“Warga harus saling mengingatkan bahwa gedung yang disegel itu milik Pemerintah dan Jangan ada Aksi perusakan terhadap Asset Pemerintah,” himbaunya.

Menanggapi hal itu Camat Palu Selatan, Ashar Yotorawangi berpendapat bahwa Pemerintahan juga perlu mendengarkan aspirasi masyarakat setempat, setidaknya, aspirasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyelesaian persoalan ini sehingga tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginankan.

Hasil pantauan dilokasi, Akibat dari aksi penyegelan tersebut,  aktivitas pemerintahan di kelurahan Lumpuh Total. (ags)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment