Pemda Banggai Diduga Abaikan Korban Gempa, BNPB Mandul?

(SDN Pembina Pagimana pasca gempa 5,7 sr)
(SDN Pembina Pagimana pasca gempa 5,7 sr)

Pagimana, Luwuk Sulteng (BINPERS.COM) – Pada bulan maret 2015 kabupaten Banggai diguncang Gempa sebesar 5,7 SR. Menurut laporan BMKG yang dikutip dari salah satu media Lokal bahwa titik gempa berada pada kedalaman lebih kurang 10 km didasar laut arah utara jarak 50 Km wilayah kecamatan Pagimana kabupaen Banggai Sulawesi Tengah.

Saat kejadian gempa tidak ada korban jiwa namun merusak beberapa bangunan termasuk salah saunya adalah bangunan sekolah dasar negeri (SDN) Pembina Pagimana.

Menurut kepala sekolah SDN Pembina bahwa kerusakan yang yang ditimbulkan cukup parah hingga mengakibatkan satu lokal bangunan sekolah hancur dan hingga kini belum ada perbaikan.

“Pada waktu gempa hari senin sekiar jam 07.00 wita saat itu murid-murid sedang melakukan upacara bendera rutin setiap hari senin, ketika gempa terjadi tidak ada murid yang berada diruang kelas,tidak ada korban jiwa, hanya satu lokal bangunan gedung sekolah yang rusak parah,selanjutnya saya laporkan ke KUPT Pagimana,” kata kepala sekolah SDN Pembina kepada wartawan media Binpers 01 April 2015 lalu.

Pada hari yang sama Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (KUPT Dikpora) Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai ketika ditemui wartawan media Binpers membenarkan kejadian itu dan setelah mendapat laporan dari pihak SDN Pembina, pihaknya (KUPT, red) langsung turun ke lapangan memantau tempat kejadian.

“iya benar ada laporan kerusakan satu lokal bangunan sekolah SDN Pembina Pagimana dan hal ini saya sudah laporkan ke pihak pemda melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Banggai”, tutur kepala UPT Dikpora Kecamatan Pagimana ketika ditemui diruang kerjanya (01/04).

Menurut KUPT yang biasa disapa Pak Jar’an bahwa pada sore harinya (Maret 2015) Tim BNPB, Dikpora, Dinsos dan PU kabupaten Banggai langsung meninjau tempat kejadian sekaligus berjanji akan segera melakukan perbaikan perbaikan melalui dana tanggap darurat terhadap penanggulangan bencana.

Namun sungguh ironis, fakta berbicara lain pasalnya hingga kini bangunan yang sudah roboh hanya tersisa puing-puing bangunan dan bekas pondasi. Uluran tangan Pemda tak kunjung tiba walaupun TIM dari BNPB Kabupaten sudah turun langsung. Aktivis LSM-AMOS sebagai pemerhati kebijakan pemerintah daerah selaku kordinator wilayah Pagimana-Lobu menyayangkan sikap pemda Banggai yang acuh tak acuh terhadap korban Bencana yang terjadi di kecamatan Pagimana.

“Saya sangat menyayangkan, sikap Pemda Banggai yang terkesan acuh terhadap korban gempa yang menimpa SDN Pembina Pagimana,” katanya kepada media ini. Dia juga menambahkan bahwa BNPB Kabupaten Banggai mandul dan bagusnya dibubarkan saja karena tidak tanggap dengan bencana yang ada, percuma ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Daerah ini karena kerjanya tidak jelas dan hanya menang nama saja. Apa masih perlu pemahaman makna kata “Tanggap Darurat ?”

Dia (Aktivis LSM-red) berharap semoga dengan dierbitkannya berita ini, dapat menggugah hati Pemda Banggai untuk segera merealisasikan pembangunan kembali sekolah yang terkena dampak gempa tersebut. (Tam)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment