Yosef Tote: “Semua Elemen Harus Berpatisipasi Dalam Pembangunan”

IMG-20150504-04091

Manggarai Timur-NTT (BN). Pembangunan pendidikan membutuhkan tanggung jawab bersama. Semua elemen terlibat sesuai kapasitas masing-masing. pengembangan sumber daya manusia meliputi semua aspek kehidupan manusia. Aspek budaya merupakan bagian dari sarana pendidikan. Hal ini disampaikan Yosef Tote, Bupati Manggarai Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika memberikan sambutan pada upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) ke 70, di Borong (4/5).

Tote mengatakan kualitas manusia Indonesia terus dikembangkan melalui pendidikan, semua pihak harus mengambil bahagian bagian dalam mencerdaskan anak bangsa. semua elemen Mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadikan tempat belajar yang menyenangkan.

Menurut dia, terwujudnya pendidikan yang baik adalah partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. ” Kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikthiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab,” ungkapnya.

Kepala Dinas PPO Frederika Soch yang ditemui usai apel mengatakan PPO Matim mempunyai orientasi membudayakan kekayaan tarian daerah yang ada di wilayah setempat. Karena itu kepada sekolah-sekolah atau gugusnya diberi kesempatan untuk menyiapkan satu jenis tarian daerah. Diharapkan sekolah memilih tarian daerah khas sesuai kultur sekolah itu berada. Harapan itu terjawab karena dalam pelaksanaanya hampir semua sekolah yang ada bisa menampilkan tarian budaya.

Menyinggung, pelaksanaan HUT HARDIKNAS yang tidak terjadi pada tanggal 2 Mei, Dia mengaku ada hal teknis. Terutama pimpinan wilayah yang sedang ada di luar daerah. Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote, sedang tugas di Jakarta. Karena itu pelaksananya digeser ke Senin (4/5) dan pelaksana kegiatan berjalan aman dan sukses.

Hadir juga dalam kesempatan, Sekertaris daerah Matim, Matheus Ola Beda, ketua PKK Matim, Sun Maria Yosefina Tote, Wakil PKK Theresia Wisang, para kepala SKPD lingkup Pemda Matim, para guru dari berbagai sekolah dalam wilayah Kota Borong, aparat kepolisian dari Polsek Borong, aparat TNI dari Koramil Borong dan para siswa dalam Kota Borong.

Pantauan Binper.Com, Senin (4/5) Hadir juga dalam kesempatan, Sekertaris daerah Matim, Matheus Ola Beda, ketua PKK Matim, Sun Maria Yosefina Tote, Wakil PKK Theresia Wisang, para kepala SKPD lingkup Pemda Matim, para guru dari berbagai sekolah dalam wilayah Kota Borong, aparat kepolisian dari Polsek Borong, aparat TNI dari Koramil Borong dan para siswa dalam Kota Borong.

Aneka jenis tarian budaya tarian yang ditampilkan pada kesempatan ini, bukan saja kekayaan budaya daerah setempat, tetapi juga tarian daerah-daerah lain yang dikemas dengan kolaborasi tradisional dan modern. kegiatan pentas seni dan tarian tradisional dilaksanakan usai apel bendera diikuti anak-anak pendidikan usia dini, TK, SD, SMP hingga SMA dan SMAK mementaskan aneka tarian. Sebanyak 22 jenis tarian daerah khas Manggarai Timur ditampilkan. Tarian yang ditampilkan tidak hanya tarian daerah tetapi dikolaborasi dan tarian modern, juga Tarian Ja’i asal Ngada dan Gawi asal Ende .

Kegiatan apel HUT HARDIKNAS dilaksanakan di lapangan bola sepak Borong dimulai Pukul 08.00. Apel itu dipimpin lansung oleh pembina upacara Bupati Matim, Yoseph Tote dengan inspektur upacara kadis Penduduk dan Catatan Sipil, Paulus Tamur. Setelah upacara melakukan pelepasan balon ke udara sebagai tanda gerakan pencangan Manggarai Timur Pintar 2019. Selanjutakan diisi aneka tarian khas daerah Manggarai, lagu daerah dan pentasan dram band yang dibawahkan oleh berbagai sekolah dari tingkat taman kanak-kanak (TKK), SD, SMP dan SMA/SMK dalam wilayah Kota Borong. Kegiatan berjalan lancar dan Aman. (Yos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *