Pungutan Biaya Pemasangan baru Diluar Tarip Resmi PLN Beratkan Warga

pln wuasa

Poso (BN). Program Pemasangan Meteran Listrik Prabayar dan Pasca Bayar oleh PT.PLN Perseroan Sub Rayon Wuasa di Seluruh Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso diduga adanya pungutan liar.

Hal ini secara tidak langsung diakui oleh Kepala Sub Rayon Wuasa disaat ditemui Korwil Media BN/binpers.com Sulteng (13/04). ” mau minta Rp 2 juta atau Rp 3 juta atau lebih juga, itu terserah saya,” ungkapnya.

Saat ditanya tentang Sosialisasi tentang Baliho Pemasangan Meteran Pra Bayar Baru, Kepala Sub Rayon menjawab bahwa Baliho tersebut tidak sangat dibutuhkan dan tidak perlu dipasang juga tidak jadi masalah buat Masyarakat.
Akibat dari pungutan diluar tarip resmi tersebut, mengakibatkan Biaya Pemasangan baru ( BP ) jadi membengkak mencapai angka hingga Rp 2 Juta sampai Rp 3 Juta lebih. Padahal sesuai Peraturan yang sudah ditetapkan dan diberlakukan oleh PT. Perseroan PLN SULUTTENGGO mengenai Penyambungan Baru hanya dikenakan biaya Rp 778 ribu utk daya 900 Watt.

Semua biaya tersebut sudah termasuk Biaya Penyambungan Baru Rp 678 ribu dengan Stroom Awal Rp 90.909, biaya PPJ ( 10% ) Rp 9091, dan biaya Materai Rp 3.000.

Menurut salah seorang warga Masyarakat Desa Wuasa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa Penyambungan Baru Meteran tersedia kurang lebih 70 buah Meteran Listrik.
Menurut hasil investigasi dilapangan, pemasangan meteran listrik diwilayah tersebut kemungkinan Listriknya disuplai dari PLN Rayon Poso dan Rayon Donggala, dimana teknis pemasangan lapangan diduga melibatkan Karyawan PLN Sub Rayon Wuasa.

Untuk itu seluruh Masyarakat pada umumnya meminta Pihak PT.Perseroan PLN Suluttenggo, Kejaksaan dan Pihak Kepolisian agar menindak lanjuti temuan tersebut. Karena dampaknya sangat merugikan Masyarakat kecil berhak mendapatkan perlindungan UUD tentang Pelayanan Publik dan UUD tentang Perlindungan Konsumen.(Ags)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment