Polsek Sungai Bahar Razia Warung Remang-Remang, 14 Orang PSK Diamankan

Penertiban_warung_Poco_Poco.[1]S.Bahar Jambi (BN). Sesuai dengan program Kapolri untuk menertibkan premanisme dalam 100 hari, Polsek Sungai Bahar menindaklanjutinya dengan melakukan razia penertiban warung remang-remang bagi orang Sungai Bahar atau disebut juga warung Poco-poco, Rabu (20/5) pukul 21.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Bahar AKP. Yumika Putra SH, bersama Kanit Ipda Andi R.F.Gultom dan anggota Polsek lainnya, dan berhasil mengamankan 14 orang yang diduga PSK dan malam itu juga diserahkan kepanti Sosial Jambi,agar dibina sesuai dengan profesinya masing-masing.

Lokasi warung remang-remang yang berada dilokasi jalan poros Sungai Bahar, di kebun Plasma Kelapa Sawit areal unit V Sungai Bahar wilayah hukum Polsek Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi ini Sudah sangat mencemaskan warga Sungai Bahar, sebab menyediakan puluhan kamar sebagai tempat Prostitusi. Dan yang lebih parahnya lagi, menurut informasi yang dapat dipercaya warung remang-remang ini juga menjual minuman keras dan serta dijadikan tempat traksaksi obat-obat terlarang alias Narkoba.

Menurut kepala Puskesmas unit V Sungai Bahar Apriani SKM. MKS, dampak dari keberadaan warung Remang-remang ini sebanyak 157 ibu-ibu telah menderita penyakit kelamin, yang ditularkan oleh suaminya masing-masing yang sering mengunjungi warung tersebut.

Seperti yang telah diberitakan di Media BN Edisi 109/5. Keberadaan warung Remang-remang ini telah ditutup total. Namun akhir-akhir ini kembali beroperasi.

Kapolres Muaro Jambi AKBP. Mulia Priyanto membuat pengumuman dilokasi tersebut agar tidak menyediakan PKS dan karaoke. Kepala Desa serta Trika, tokoh-tokoh Agama dan Badan Permusyawaratan Desa pun telah sepakat akan melakukan razia, bila kedapatan WTS, akan diserahkan kepada Panti Sosial.

Namun sewaktu dirazia dua minggu yang lalu, satu orangpun tidak ditemui di tempat lokasi warung remang-remang/poco-poco tersebut.

“ Jelas ada yang membocorkan,” kata Daulai.

Kapolsek AKP.Yumika Putra SH, kepada korwil Media BIN menegaskan tidak akan menyerah, yang akhirnya tanggal 20 Mei 2015 sekitar jam 21.00 WIB, ahirnya 14 orang WTS dapat ditangkap, dan telah diserahkan ke Panti Sosial Jambi menggunakan tiga unit mobil rental.

AKP.Yumika menyatakan akan terus memberantas segala bentuk prostitusi dan berharap Pemkab Muaro Jambi dapat mendukung Polri dalam menindak Premanisme dan penertiban warung remang-remang yang menyediakan WTS. Namun yang paling penting adalah Pemkab Muaro Jambi agar segera membuat Perda tentang hukuman bagi penyedia warung remang-remang dan Germo/mucikari dan WTS. (JHP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *