Orang Tua Murid di Keroyok Tiga Putra Kepala Sekolah Di Poco Ranaka

Orang-tua-siswa1

Manggarai-NTT- (BIN). Sikap kurang elok dipertontonkan oleh oleh tiga orang putra Kepala Sekolah SDI Wae Buka, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Ketiga putra Kepala sekolah tersebut masing-masing Manseftus Modas, Yulius Kasman Modas dan ,Ronal Modas tega mengkroyok salah seorang orang tua murid atas nama Robertus Karo yang hendak mengikuti rapat orang tua murid di SDI tersebut.

Kejadian yang berlansung pada selasa pagi (05/05/2015) Sekitar pukul 08:30 itu bermula ketika Rober Karo atau korban menanyakan perihal undangan kepada salah seorang pelaku yang memukulnya.

Karo saat ditemui media ini di Mapolres Manggarai (05/05/2015) Menuturkan, dirinya yang saat itu hendak mengisi daftar hadir awalnya berkominikasi baik dengan para pelaku. Ketika Ia bertanya perihal undangan rapat, lanjut Karo, tiba-tiba dia diserang oleh para pelaku yang juga anak kandung dari Kepala Sekolah SDI Wae Buka.

” Awalnya kami bercerita biasa saja, begitu saya tanya perihal rapat,tiba-tiba saya diserang secara memabi buta oleh mereka” tutur Karo.

Selain itu, Karo juga berkisah, setelah pada awalnya Dia diserang oleh dua orang anak kepala sekolah tersebut yakni Manseftus Modas, Yulius Kasman Modas yang juga staf pengajar guru disekolah itu, tiba-tiba satu pelaku lain datang menyerang yakni Ronal Modas yang juga Putra Si Kepala Sekolah yang sedang menjadi Mahasiswa di STKIP Ruteng.

“Saya kaget, pada awalnya saya diserang oleh dua orang guru saja, tiba-tiba setelah itu anak Pak Kepala Sekolah yang sedang kuliah di STKIP juga ikut menyerang, saya sempat terjatuh di Tanah dan diinjak ” Kisah Korban, menggambarkan pengeroyokan itu.

Tidak Puas mengkeroyok Korban dengan tiga orang saja, pelaku lain pun ikut bermunculan. Adalah Marten Jemarut yang juga Guru PNS disekolah itu, ikut membantu melakukan pemukulan. “Tidak hanya tiga orang anak kepala sekolah saja yang menyerang saya, Pak Marten Jemarut yang juga PNS ikut menghajar saya”. Kata korban.

Menyadari dirinya dikeroyok oleh empat orang sekaligus, Rato pun mengambil inisiatif untuk melarikan diri keluar dari sekolah. Walaupun sempat dikejar oleh para pelaku tersebut, dirinya berhasil selamat saat beberapa warga yang ada dilokasi tersebut membawa nya pergi.

Menanggapi perilaku tidak terpuji dari para guru ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahrahga Kabupaten Manggarai Timur Frederika Soch saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya (05/05/2015) mengaku kaget atas kejadian ini. Meski demikian, menegaskan, pihaknya akan segera turun ke lokasi pada esok hari untuk memantau sekaligus mengambil sikap atas peristiwa tersebut.

” Kami juga baru tahu kejadian ini, esok akan kami kirimkan Tim kesana untuk mendapatkan informasi sekaligus mengambil langkah tegas atas persoalan ini” tegas Frederika. (Elvis Yunani Ontas)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment