Kepala Kejaksaan Negeri Batam Enggan di Temui dan Lempar Jawaban Ke Kasie Pidsus

Kasi Pidsus Kejari Batam,  Tengku Pirdaus
Kasi Pidsus Kejari Batam, Tengku Pirdaus

Batam (BN). Kepala Kejaksaan Negeri Batam Yusron SH.MH terkesan menghindar dan enggan di konfirmasi wartawan terkait tindaklanjut penyelesaian kasus Korupsi di Kota Batam. Melalui staff Khususnya Yusron mengatakan agar menemui Kasi Pidana Kusus, dengan alasan sibuk.

Tim wartawan media BN/binpers.com kemudian mendatangi Seksi Pidana Khusus dan diterima langsung oleh Kasi nya Bapak Tengku Pirdaus.

Dalam wawancara tersebut, Tengku Pirdaus mengatakan beberapa Tindak Pidana Korupsi yang dalam proses penyidikan Kejari Batam yaitu :

  1. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi MTQ Lampu Hias, yang sekarang masih dikembangkan, dan beberapa saksi telah diperiksa. Tidak menutup kemungkinan saksi bisa dijadikan sebagai tersangka. Apabila PA di Dinas Tata Kota selaku Penguasa Anggaran bisa dilakukan penyidikan lanjut, itu akan dibuktikan saat di Pengadilan nanti.
  2. Penyidikan RTLH ( Rumah Tidak Layak Huni ) 626 Unit tahun 2014.
  3. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Dinas Pendapatan, terkait Perhotelan.
  4. Penyidikan Rumah Rakyat Tidak mampu dari Menpera.
  5. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Dinas Perhubungan terkait Parkir.
  6. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Gedung SMP 50.
  7. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi DPRD Kota Batam terkait masalah perjalanan dinas yang diduga fiktif.
  8. Korupsi Tindak Pidana BOS Dinas Pendidikan belum ada progres.
  9. Penyidikan Tindak Pidana Korupsi BPN (Badan Pertanahan Nasional).
  10. Korupsi Bapedal prosesnya sedang berjalan.

Prosesnya akan dilakukan secara bertahap satu demi satu karena tidak mungkin Kejaksaan Negeri Batam melakukan semuanya.

“ Terkait Penyidikan Tindak Pidana Korupsi terus kami Update, baik itu melalui Media, LSM, maupun narasumber yang mengetahui adanya Tindak Pidana yang terjadi agar melaporkan kepada kami, yang jelas siapapun boleh melaporkan,” terangnya.

Terkait Tindak Pidana Korupsi Kementerian Perumahan dan yang lainnya, Tengku Pirdaus mengatakan akan terus meng- Update informasi dari Media, walaupun pihak Kejari tidak dimintai konfirmasi secara langsung.
“Tapi kami meng-Update dari pemberitaan di Media. Terkait Proyek Kemenpera belum ada yang kami panggil dari Badan Kawasan atau Otorita Batam, itu kan Anggaran dari Pemberitaan Tahun 2006, nanti kita lihat walaupun saya baru bertugas ,” ucapnya.

Namun mengenai kasus Pidana Korupsi BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau Pendidikan Tengku Pirdaus mengaku tidak tahu. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *