Kelurahan Kenten Siap Menciptakan Kampung Bebas Narkoba

Lurah Kenten Kecamatan Talang Kelapa, Zainudin
Lurah Kenten Kecamatan Talang Kelapa, Zainudin

Banyuasin (BN) Peredaran narkoba di Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan semakin marak. Seolah tak ada lagi kampung yang tidak tersentuh oleh peredaran narkoba. Polisi pun mengibaratkan peredaran narkoba di Banyuasin sudah pada kondisi sangat mengkhawatirkan. Diprediksi jumlah jumlah pengguna narkoba di Banyuasin mencapai 500 orang atau sekitar 0,5 persen dari total pengguna di Sumsel.

Dengan asumsi angka tersebut merupakan hasil penelitian tahun 2011 lalu, dapat diduga jumlahnya saat ini lebih besar lagi, apalagi peredarannya sudah merasuk ke semua kalangan. Ini menuntut kerja ekstra keras untuk memerangi agar mimpi Indonesia bebas dari narkoba tahun depan menjadi kenyataan.

Berbagai pendekatan dilakukan. Pemerintah daerah Lurah Kenten Kecamatan Talang Kelapa, Zainudin, misalnya menginginkan adanya perubahan paradigma dalam pemberantasan narkoba. Penegakan hukum tetap harus dijalankan, tetapi pendekatan hukum perlu diimbangi rehabilitasi. Artinya, tidak semua kasus narkoba dibawa ke pengadilan, tidak semua pelaku narkoba dimasukkan penjara. Ada pemilahan terhadap pelaku. Kepada bandar dan pengedar harus dihukum berat, jika perlu disita semua harta hasil bisnis narkoba (dimiskinkan).

Sementara kepada para pengguna, apalagi yang baru pemula, sebaiknya direhabilitasi. Memenjarakan pengguna narkoba dinilai tidak akan menyelesaikan masalah karena selesai menjalani pemidanaan akan kembali memakai narkoba. Di sisi lain, lembaga pemasyarakatan akan penuh dengan pengguna narkoba. Sebaliknya melalui rehabilitasi diyakini pengguna akan sembuh dari jerat narkoba, terbebas dari kecanduan, ungkapnya.

Lantas bagaimana mencegah masyarakat menggunakan narkoba? Pencegahan harus dilakukan secara integral dengan melibatkan semua pihak, terutama masyarakat. Menyadari pentingnya peran serta masyarakat, Anjangsana anggota polisi mungkin dapat dilakukan, selain dapat menjalin komunikasi interaktif, saling tukar informasi terkait masalah kamtibmas, momen inipun dapat dimanfaatkan untuk memberikan penyuluhan mencegah penggunaan narkoba. Kehadiran polisi di tengah masyarakat saja sudah memberikan efek positif mencegah timbulnya gangguan kamtibmas, apalagi jika pencegahan melibatkan warga masyarakat.

Kami meyakini pendekatan personal dan sosial semacam ini lebih efektif membangkitkan peran serta masyarakat dalam mencegah penggunaan narkoba, ketimbang melalui jalur formal seperti memberikan penyuluhan kepada banyak orang di suatu aula yang diwarnai seremonia. Pendekatan semacam inilah yang perlu dikembangkan untuk menciptakan kampung bebas narkoba. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *