Tunggakan Lampu Sehen Di Matim 2 Milyar Rupiah

PLN NTTBORONG (BN-NTT). Pihak PLN Ranting Ruteng siap menarik kembali lampu sehen terhadap pelanggan di Manggarai Timur yang belum membayar tagihannya. Saat ini Tunggakan Sehen mencapai 2 Milliar Rupiah Lebih. Hal itu disampaikan kepala PLN Ranting Ruteng Frederikus Suharto saat rapat dengan para camat di Aula Kantor Bupati di Borong-Lehong, Rabu (1/4) belum lama ini.

Suharto mengatakan, penunggakan pembayaran lampu sehen yang mencapai 2 Miliar lebih disebabkan karena ada pelanggan yang tidak membayar selama 12 bulan bahkan 20 bulan.

Menurut dia, tunggakan bisa dimaklumi kalau hanya dua sampai tiga bulan, tetapi kalau yang terjadi sampai belasan bulan ke atas, itu tidak bisa dimaklumi lagi, maka pihak PT. PLN Ranting Ruteng akan melakukan tindakan tegas berupa pemutusan dan penarikan kembali lampu sehen dan perangkatnya dari pelanggan tersebut.

” Penarikan lampu sehen itu terpaksa dilakukan pihak PLN karena warga yang menggunakan lampu ini sudah melewati masa dispensasi yang diberikan pihak PLN untuk melunasi iuran mereka melalui Bank NTT yang ditetapkan sebagai Bank mitra penerimaan setoran iuran listrik sehen. Pihak PLN sebenarnya tidak melakukan pemutusan namun tunggakan akan berpotensi menimbulkan kerugian bagi PLN,”  Jelas Suharto.

Suharto menambahkan yang paling banyak tunggakan lampu sehen di Kabupaten Manggarai Timur adalah di kecamatan Elar. “Para pelanggan yang arus listriknya diputuskan dan ditarik kembali lampu sehen serta perangkat listriknya, bisa kembali menjadi pelanggan jika telah melunasi tunggakan listrik mereka,” ujarnya.

Frederikus berharap para camat untuk terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat dan menyampaikan kepada pelanggan untuk membayar tepat pada waktu sehingga tidak menumpuk pembayaran sampai berbulan- bulan.

Camat Elar Petrus Tarto menanggapi hal itu mengatakan bahwa pelanggan Sehen di kecamatan Elar mencapai ribuan pelanggan, hal itu karena Sehen sangat bermanfaat untuk penerangan pada malam hari. Dia mengatakan untuk kecamatan elar baik dipusat kecamatan maupun di desa-desa belum ada arus PLN sehingga warga banyak menggunakan lampu sehen dan generator sendiri.

Tarto mengatakan di tahun 2015 ini, pihak PLN provinsi sudah melakukan survei di kecamatan Elar untuk melihat potensi listrik di ibu kota kecamatan. Dia mengatakan pihaknya sangat mendukung dan bagi masyarakat elar sudah lama menunggu karena selama ini belum menikmati penerangan.

Tarto mengatakan Indonesia hampir Tujuh Puluh Tahun merdeka, namun Elar belum pernah menikmati Listrik yang bersumber dari arus PLN, bagi warga yang memiliki modal besar bisa menggunakan Genset namun warga tak mampu tetap kembali ke Lampu pelita.

Tarto berharap Pihak PLN segera memasang jaring Listrik PLN ke wilayah Elar, karena warga sangat membutuhkan penerangan. Untuk saat ini di pusat kecamatan Elar masih mengandalkan genset untuk kelancaran kerja administrasi di kantor camat, itupun masih bergabung karena genset yang sama juga digunakan untuk menyedot air dari sumur. (Yos Syukur)

Satu tanggapan untuk “Tunggakan Lampu Sehen Di Matim 2 Milyar Rupiah

  • 3 Juli 2015 pada 09:10
    Permalink

    Lampu sehen dengan Sistem penerangan rumah sebagai penghemat energi dan sebagai solusi untuk tempat yang belum terjangkau listrik. Kelebihan lainnya dari lampu sehen LED LETSA adalah dilengkapi remote control untuk mengatur lampu dari jarak jauh dan mengatur intensitas cahaya (HIGH, MEDIUM, LOW).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *