Terduga Teroris eksekutor penembakan Kapolsek Dibekuk Tim Gabungan TNI dan Polri Manggarai

syarifudin, Teroris asal Dompu NTB
syarifudin, Teroris asal Dompu NTB

Manggarai Barat-NTT (BN). Tim Gabungan sekitar 26 orang terdiri dari Kodim 1612/Manggarai (Unit Inteldim 1612 dan Koramil 1612-06/Lembor), Polres Mabar (Sat Riskrim dan Polsek Lembor) dan dibantu warga sekitar berhasil menangkap terduga teroris asal Kab. Dompu NTB Sabtu (18/4/2015) pukul 16.30 WITA bertempat di Jalan raya lintas Lembor – Ruteng didalam Bus Dwi Putra berwarna hijau tepatnya di Desa Golo Desat Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Informasi yang dihimpun binpers.com menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan Tim Gabungan melakukan pencarian dan penyisiran di hutan, persawahan dan ladang dengan berjalan kaki mulai dari pukul 02.45 WITA hingga dilakukannya penangkapan di Kecamatan Mbeliling dan Kecamatan Sanonggoang, Mabar-NTT, dimana diduga terduga teroris bersembunyi di Desa Wae Jare Kecamatan Mbeliling.

Anggota TNI-AD (Kodim 1612/Manggarai) yang ikut dalam Tim Gabungan pencarian dan penyisiran terduga teroris antara lain :

 Anggota Unit Inteldim 1612/Manggarai :

  • Serma Eligius Daman (Dansub 1)
  • Serka jory Wangke (Dansub 2)
  • Sertu Wahyu Setiawan (Basub)
  • Sertu Najamuddin (Basub)

 Anggota Koramil 1612-02/Lembor :

  • Pelda M Darsono (Batuud)
  • Sertu Erwin (Babinsa)
  • Sertu Abu Bakar (Babinsa)
  • Serda Sukardin (Babinsa)
  • Serda Domi Bele (Babinsa)

 Anggota Polsek Lembor 7 orang dipimpin Kapolsek (Ipda Rony Naro) dan Anggota Sat Reskrim 6 orang dipimpin Kasat Reskrim (AKP Audy).

Kronologi penangkapan.

Hari Jumat tanggal 17 April 2015 Pukul 19.00 WITA anggota Kodim 1612/Manggarai (Anggota Uniteldim 1612/Manggarai dan anggota Koramil 1612-06/Lembor) mendapatkan informasi dari warga Kampung Wae jare, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Falen (32) terkait keberadaan atau persembunyian terduga teroris Syarifudin alias Syarif.

“ Pada hari Jumat tanggal 17 April 2015 sekitar pukul 12.00 berawal pada saat saya bersama istri dari Kampung Wae Jare menuju Lembor dengan tidak sengaja kami di panggil oleh suami dari saudari yang bersangkutan (tidak tahu identitasnya) untuk mampir disebuah Pondok di Persawahan Cangkong, Kampung Pola, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Mabar, kamipun mampir sambil duduk dan saya melihat ada salah satu pemuda yang sedang tertidur dengan menggunakan kain songke (kain adat Manggarai) kemudian pemuda tersebut terbangun,” Ungkap Falen.

Falen melanjutkan keterangannya yang bersangkutan mengatakan bahwa dia dari Bima-NTB, disini kerja disawah mertuanya yang rencananya bulan 5 akan panen. Dia tinggal di Kampung Lendo sudah 8 bulan, dan berkeinginan menuju Kalimantan tetapi identitas (KTP) tidak punya sehingga takut ditahan di perjalanan oleh petugas.

Mendengar penjelasan yang bersangkutan warga menanyakan kenapa mesti takut ” jangan-jangan mas ada permasalahan disini,” ujar Falen mengisahkan pertemuannya denga Syarif.

Falen melanjutkan, “ yang bersangkutan menjawab tidak ada tetapi dengan roman muka agak pucat dan takut. Setelah kami istirahat di Pondok tersebut kurang kami langsung menuju Lembor,” tambahnya.

Setelah kami mendengar informasi adanya pencarian terduga teroris asal Bima – NTB tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan tersebut adalah terduga (yang cari oleh pihak Kepolisian).

Pukul 19.40 WITA anggota Unit Inteldim 1612/Manggarai melaporkan kepada Dandim 1612/Manggarai terkait dugaan keberadaan terduga teroris, Dandim 1612/Manggarai memerintahkan agar tetap selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan bekerjasama membantu Polri.

Informasi yang diterima binpers.com mengatakan, anggota Koramil 1612-06/Lembor melaksanakan koordinasi awal dengan pihak Polsek Lembor dan sekaligus memberikan informasi kepada pihak Polsek tentang keberadaan terduga teroris.

Pukul 22.30 WITA anggota Unit Inteldim 1612/Manggarai dan anggota Koramil 1612-06/Lembor melaksanakan koordinasi di Polsek Lembor bersama Kapolsek Lembor. Kapolsek menyampaikan perintah dari Kapolres Mabar untuk sementara tetap stand by dan menunggu perintah selanjutnya.

Sabtu 18 April 2015, Pukul 00.45 WITA Batuud Koramil 1612/Manggarai mendapatkan telpon dari Kapolsek Lembor untuk persiapan menuju Kampung Pola, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, dimana Syarifudin (terduga teroris) diduga bersembunyi.

Pukul 00.50 WITA Tim Gabungan berjumlah 18 orang yang terdiri dari Polsek Lembor 7 orang, Koramil 1612-06/Lembor 5 orang, Unit Inteldim 1612/Manggarai 4 orang dan masyarakat warga Kampung Wae Jare, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling 2 orang dipimpin Kapolsek Lembor (Ipda Rony Naro) dari Lembor bergerak menuju Persawahan Cangkong, tepatnya didekat pertigaan Wol Desa Golo Ronggot, Kecamatan. Welak, kemudian Tim dari Lembor menunggu kedatangan Tim dari Labuan Bajo (Polres Mabar).

Pukul 02.00 WITA Sat Reskrim Polres Mabar berjumlah 6 orang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Audy tiba didekat pertigaan Wol Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak dan langsung bergabung dengan Tim dari Lembor.

Pukul 02.40 WITA tim gabungan tiba di Kampung Jengok dan perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Sebelum melakukan penyisiran, Kapolsek Lembor menyampaikan brifing awal.

Pukul 02.45 WITA Tim Gabungan melakukan penyisiran dengan start dari Kampung Jengok menuju Kampung Pola dan tiba pada pukul 06.30 WITA. Disana diperoleh informasi dari warga Yosef Jadi, yang mengatakan “ hari Kamis 16 April 2015 sekitar pukul 13.30 WITA saya melihat Sdr. Abidin Dop (50) dengan salah satu pemuda yang belum di ketahui identitasnya, pada saat melintas saya sempat menanyakan Abidin Dop mau kemana dan Abidin Dop menjawab mau jemput istri di Pondok Kebun Kampung Pola, dan saya juga sempat berkomunikasi dengan pemuda tersebut namun saya tidak menanyakan identitas lengkap, dia hanya mengatakan saya dari Bima dan tinggal di Desa Siru sudah 3 bulan, dan istri saya orang Desa Siru, kehadiran saya ke Desa Siru untuk bertani, dan merekapun melanjutkan penjalanan” Jelas Yosef.

Yosef menuturkan pula bahwa pada hari Jumat 17 April 2015 sekitar pukul 13.30 WITA melihat pemuda tersebut di persawahan Kampung Pola menuju arah Kampung Toe, Desa Wae Jare. Adapun ciri-ciri pemuda tersebut yaitu hidung mancung, kulit sawo matang, baju switer hitam yang menggunakan tutup kepala, celana panjang kain hitam dan membawa tas warna coklat.

Setelah mendapatkan informasi dari Yosef, selanjunya Pukul 08.00 WITA Tim Gabungan dari Kampung Pola menuju Kampung Toe Desa Wae Jare. Selama diperjalanan kami mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa terduga teroris bersembunyi di rumah salah satu warga Kampung Toe, Abidin Dop (50).

Pukul 09.30 WITA Tim Gabungan tiba di Kampung Toe dan langsung melakukan penggeledahan di rumah Abidin Dop namun yang bersangkutan sudah meninggalkan Kampung Toe menuju Kampung Lalang Desa Wae Jare. Di Kampung Toe Tim mendapatkan informasi dari Bpk. Abidin Dop bahwa yang bersangkutan pernah bermalam dirumahnya.

“ Selama 4 hari dan selama kegiatan disitu yang bersangkutan makan dan tidur saja, dan saya dengan yang bersangkutan ada hubungan keluarga dari pihak mertuanya dengan istri saya,” Jelas Dop.

Dop mengatakan, Pukul 07.00 WITA yang bersangkutan meninggalkan rumah menuju Bambor Kecamatan Mbeliling. Mendengar informasi yang bersangkutan sudah meninggalkan Kampung Toe. Tim Gabungan melakukan penyisiran di sekitar Kamp Toe, kemudian Tim Gabungan mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan menuju arah Kampung Daleng, Desa Watu Wangka.

Pukul 10.30 WITA Tim Gabungan melanjutkan penyisiran di sepanjang gunung menuju Kampung Daleng Desa Watu Wangka kecamatan Mbeliling.

Sambil melanjutkan penyisiran Tim Gabungan melintasi Kampung Mete, Kampung Rengkas Desa Watu Wangka, Tim Gubungan sempat kelihangan jejak dan Tim langsung menuju Bambor Desa Watu Wangka dan tiba pukul 15.30 WITA.

Pukul 16.15 WITA Tim Gabungan mendengar informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan berada di Kampung Golo Menes Desa Golo Desat Kecamatan Mbeliling. Mendengar informasi tersebut Tim Gabungan langsung menuju TKP dan melakukan penangkapan pada pukul 16.30 WITA.

Pukul 17.45 WITA yang bersangkutang di bawa menuju Mapolres Mabar dengan menggunakan Mobil Pik Up dan tiba di Mapolres Mabar pada Pukul 18.30 WITA.

Syarifudin alias Syarif, yang ditangkap tim gabungan adalah seorang pemuda berusia 23 tahun berasal dari Dompu NTB. mempunyai seorang istri bernama Endang Sasmita berusia 21 Th dan seorang anak perempuan bernamaNur Hafifah yang baru berusia 1 Th, yang pekerjaan sehari-harinya adalah petani.

Menurut keterangan dari Kapolres Mabar (AKBP Julles Abraham Abast), Sayarifudin adalah terduga eksekutor dalam penembakan Kapolsek Wera Kab. Bima NTB. Dan hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan telah ditangani oleh pihak Densus 88 Mabes Polri. (YS)

2 tanggapan untuk “Terduga Teroris eksekutor penembakan Kapolsek Dibekuk Tim Gabungan TNI dan Polri Manggarai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *