Polres Kendal Gelar Operasi Simpatik Candi 2015

Kapolres AKBP Harryo Sugih hartono menyematkan pita kepada salah seorang personel dalam gelar pasukan Operasi Simpatik Candi 2015 yang dilaksanakan di halaman Polres Kendal.
Kapolres AKBP Harryo Sugih hartono menyematkan pita kepada salah seorang personel dalam gelar pasukan Operasi Simpatik Candi 2015 yang dilaksanakan di halaman Polres Kendal.

KENDAL (BIN)-Polres Kendal menggelar Operasi Simpatik Candi (OSC) 2015. Kegiatan yang berlangsung 1 – 21 April 2015 upaya memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat. Kapolres Kendal AKBP Harryo Suggih hartono mengungkapkan hal itu seusai menjadi inspektur upacara gelar pasukan Operasi Simpatik Candi 2015 yang dilaksanakan di halaman Polres Kendal. Bertindak selaku komandan upacara Kasatlantas AKP Dedy Kasiyadi. Adapun tema OSC 2015 adalah Polri Siap Sebagai Penggerak Revolusi Mental danTertib Sosial di Ruang Publik Guna Mewujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat.

Kapolres AKBP Harryo Suggih hartono mengatakan, pada operasi yang berlangsung 21 hari itu, pihaknya menekankan pelayanan publik yang lebih mengutamakan partisipasi untuk perbaikan di lingkungan Polri. Hal itu akan menimbulkan kesan baik di masyarakat tentang pelayanan polisi. ”Dengan pelayanan yang lebih maksimal bakal memberikan rasa simpatik masyarakat kepada polisi,” katanya.

Dia menambahkan, selain untuk penertiban pengguna kendaraan bermotor, operasi bertujuan untuk menekan kejahatan perampasan yang disebut begal. Operasi dilakukan di enam titik yaitu di Pos di Sumberejo, Pos Pantes Kaliwungu, Pos Kota kendal, Pos Tlahab, Pos Larasati di Weleri dan pos di Sukorejo. ”Kegiatan ini sekaligus menekan kejahatan di jalan raya seperti pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Kasatlantas AKP Dedy Kasiyadi menambahkan, dari kegiatan itu, pihaknya berharap bisa menekan kasus kecelakaan lalulintas. Pada tahun lalu selama berlangsungnya OSC terjadi 15 kasus kecelakaan dengan satu orang meninggal dunia, satu luka berat, satu luka ringan, dan kerugian materi Rp 3,4 juta. ”Kami berharap tahun ini selama OSC tidak terjadi korban meninggal dunia. Peran serta masyarakat untuk tertib berlalulintas sangat membantu mewujudkan menekan angka kecelakaan,” tutur dia.(eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *