Polisi Berhasil Menggagalkan Rencana Pencurian Belasan Mobil

nonaktif-alarm-mobil-1SAMARINDA(BN). Warga Samarinda akhirnya sedikit bernafas lega. Rahman (33), warga Jalan Pelita 4 Sambutan, berhasil dibekuk oleh aparat Polresta Samarinda. Rahman ditangkap karena mencuri dua mobil, Toyota Agya dan Grand Vitara, yang ternyata saat diinterograsi petugas Rahman sudah merencanakan menggasak belasan mobil lainnya milik warga Samarinda.

“Tersangka (Rahman, Red) sudah mendata mobil yang akan dicuri. Dia punya catatan mobil yang kuncinya sudah dicuri terlebih dahulu dan tinggal menunggu waktu untuk beraksi,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kasat Reskrim Kompol Slamet Ramelan saat dikonfirmasi wartawan BN/binpers.com.

Slamet Ramelan menegaskan, umumnya mobil yang diincar Rahman adalah milik pengusaha yang memiliki toko. Mulai Toyota Avanza, Kijang Innova, Honda Jazz hingga Grand Vitara menjadi target incaran tersangka.

Mobil-mobil yang diincar Rahman bahkan sudah dimasukan dalam catatan. Termasuk alamat lengkap di mana mobil itu berada. Itu diperkuat dengan temuan beberapa kunci kontak mobil yang disita polisi ketika menggeledah kediaman Rahman beberapa waktu lalu.

Indikasi lain, Rahman juga seorang pencuri motor. Itu bisa dilihat dari temuan kunci model T di rumahnya. Namun untuk kasus pencurian motor, Rahman mengaku Honda Beat dan Vario yang ada padanya hanya titipan seorang temannya.

“Pengakuan tersangka motor itu titipan. Namun kami menduga itu alibi tersangka, soalnya ketika kasus mobil tersangka juga mengaku dititipi,” beber Slamet.

Warga Kota Tepian yang pernah kehilangan kunci mobil patut waspada. Bisa jadi sedang masuk target operasi (TO) maling mobil yang saat ini sedang meresahkan warga Samarinda. Setidaknya itu bisa dilihat dari hasil pengungkapan yang dilakukan anggota Jatanras Polresta Samarinda.

Rahman mengaku, untuk memuluskan aksinya saat mencuri mobil, dia terlebih dahulu mencuri kunci mobil asli yang menjadi target. Sasaran Rahman adalah pemilik mobil yang punya warung atau toko. Biasanya Rahman berpura-pura berbelanja. Sambil belanja, mata Rahman melirik kunci mobil yang diletakan sembarangan .

Setelah dapat kunci kontak, Rahman tinggal menunggu waktu untuk membawa lari mobil yang diincarnya. Mobil bisa “dieksekusi” di depan toko atau di tempat lain, ketika ditinggal pemiliknya.

“Yang penting dapat kunci dulu, kemudian dicatat plat nomor polisinya. Terus pelajari di mana biasanya mobil diparkir,” ujar Rahman di depan polisi yang menangkapnya. (Abt/akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *