Petugas Bea Cukai Memberikan Kesaksian Tentang Penangkapan Aisyah

Terdakwa Aisyah dan Pengacaranya
Terdakwa Aisyah dan Pengacaranya

Atambua-NTT (BN). Majelis hakim pengadilan negeri Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur kembali menyidangkan kasus pengedar narkoba. Aisyah (45) yang menjadi terdakwa pada saat ini di sidangkan, Selasa (14/4) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Saksi yang hadir dalam persidangan ini adalah petugas bea cukai perbatasan RDTL-Indonesia, di Motaain, Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kabupaten Belu dan Anggota POLRES Belu.

Saksi-saksi memberikan keterangan bahwa terdakwa, Aisyah tertangkap tangan membawa shabu sebanyak 2,5 Kg. Barang haram tersebut dijahit dalam saku tas bagian dalam. Aisyah, waktu itu (14/11/2014) ingin melintasi daratan Barat  Pulau Timor, melalui Negara Timor Leste.

Piter K.W Memberikan keterangan bahwa setelah menemukan bahan-bahan yang mencurigakan, barang tersebut langsung di tes dengan alat pelacak Narkotik, ternyata bahan yang sebelumnya berwarna bening berubah menjadi warna orange. Ini menandakan bahan ini merupakan Narkotika jenis shabu-shabu kelas satu.

Ketika dikonfirmasi waktu itu, Aisyah menjelaskan bahwa tas ini titipan dari orang tak dikenal dari Timor Leste.

Saksi-saksi yang memberikan keterangan pada Selasa, (14/4/2015) adalah Brigpol Ferdi Saku, Andre dan Peter K.W.

Majelis hakim yang memimpin adalah Soesilo, SH, MH, Frans Korneleisen, SH, dan Bukti Firmansyah, SH.MH. Jaksa Penuntut Hukum, I Nyoman Sukrawan, SH. Terdakwa Aisyah didampingi oleh Pengacaranya, Martinus Sobe, SH,.

Sidang ini akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, Selasa, 21 April 2015 dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi. (John Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *