Pasien Meninggal Di RSUD Cicalengka Diduga Kelalaian Tenaga Medis

Adi M Riyadi (Gbr.1) Tim wartawan Berita Investigasi Nasional saat mencoba mencari keterangan penyebab meninggalnya Adi kepada tim medis RSUD (gbr.2) Gedung IGD RSUD Cicalengka (gbr.3)
Adi M Riyadi (Gbr.1) Tim wartawan Berita Investigasi Nasional saat mencoba mencari keterangan penyebab meninggalnya Adi kepada tim medis RSUD (gbr.2) Gedung IGD RSUD Cicalengka (gbr.3)

Bandung (BN). Mengacu kepada UU KIP tersebut, maka sudah seharusnya pelaku utama pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yaitu Pasien, Dokter dan Rumah Sakit secara terbuka mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing di bidang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, dimana masing-masing mempunyai hak dan kewajiban.

Seperti kasus yang dialami salah seorang Pasien RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, bernama ADI M. RIYADI, umur 30 tahun alamat domisili Kp. Kebon Kapas RT. 01.RW.09, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, meninggal dunia di RSUD tersebut pada hari Jumat, tanggal 10 April 2015 sekitar pukul 16.30 WIB. Almarhum yang juga merupakan salah satu Wartawan di Tabloid Berita Investigasi Nasional, meninggalkan seorang isteri dan dikaruniai dua orang anak.

Dari catatan keredaksian selama kiprah menjalankan tugas jurnalistik ia tergolong wartawan yang memiliki kompetensi komunikasi, disiplin dan berdedikasi atas tanggungjawab dalam melaksanakan misi tugas liputan dan Investigasi pada Rubrik khusus laporan utama di Berita Investigasi Nasional.

Dalam mendalami kasus ini, Berita Investigasi Nasional perlu mengklarifikasi melalui Konfrensi pers dengan pihak RSUD Cicalengka, sehubungan adanya dugaan kelalaian dan pelanggaran disiplin profesi atas pelayanan dan perawatan terhadap pasien bernama ADI M. RIYADI yang diduga tidak sesuai standar pelayanan medik yang berlaku.

Indikasi Kelalaian
Terkait penanganan tenaga kesehatan RSUD atas perawatan pasien bernama ADI M. RIYADI, diantar dari rumah pasien pukul 11.30 WIB tanggal 10 April 2015 yang ditemukan adanya kejanggalan-kejanggalan sebagai berikut:

  1. Tenaga kesehatan RSUD Cicalengka diduga memperlakukan diskriminasi dan tidak sesuai standar pelayanan tenaga medis atas penanganan dan pelayanan terhadap pasien.
  2. Tenaga kesehatan rumah sakit diduga lalai dalam penanganan dan pelayanan perawatan khususnya pada pasien ADI M. RIYADI (alm) karena faktanya selama dirawat di RSUD Cicalengka yaitu masuk sekitar pukul 11.30 WIB, dalam kondisi kritis, namun tenaga kesehatan rumah sakit terkesan diskriminasi dan lamban dalam pelayanannya sebab alasan yang disampaikan kepada keluarga harus menunggu hasil diagnose dan laboratorium.
  3. Dari pantauan di ruang UGD, pasien tersebut baru mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan sekitar jam 15.30 WIB, karena kondisi kesehatan pasien kian menurun akhirnya ADI M. RIYADI menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 16.30 WIB di ruang UGD RSUD Cicalengka.
  4. Pihak keluarga pasien tidak diberi keterangan informasi sehubungan hasil pemeriksaan medis.
  5. Sewaktu pasien mendapat perawatan infus dan bantuan O2 (oksigen) di ruang UGD RSUD Cicalengka ditemukan kejanggalan dimana menurut informasi yang diperoleh bahwa, tabung O2 yang dipergunakan untuk membantu pernafasan pasien itu diduga dalam keadaan kosong.
  6. Sampai saat ini belum diperoleh keterangan hasil diagnosa dan laboratorium
  7. Tidak ada keterangan hasil rekam medis dari petugas kesehatan RSUD Cicalengka

Dari kejanggalan-kejanggalan tersebut selain kurang memeperhatikan hak-hak pasien dalam hal ini terindikasi adanya kelalaian, kecerobohan dan pelanggaran disiplin profesi atas penanganan dan pelayanan tenaga kesehatan yang berakibat nyawa pasien tidak dapat tertolong.

Dari pantauan dan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga bahwa, pasien dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka Kabupaten Bandung dalam keadaan tidak sadarkan diri dan kondisinya kritis pada hari Jumat tanggal 10 April 2015 sekitar pukul 11.30 WIB .

Kendatipun saat itu kondisi kesehatan pasien semakin memburuk, namun petugas RSUD tidak segera memberikan pertolongan pertama pada pasien tersebut, menurut keterangan keluarga pasien baru ada tindakan penanganan terhadap pasien sekitar pukul 15.30 WIB dengan alasan yang disampaikan kepada keluarga pasien pihak RSUD sedang menunggu hasil tes laboratorium.

Akhirnya Adi M Riyadi menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 16.30 WIB tepatnya di ruang UGD RSUD Cicalengka pada hari itu juga.

Pihak keluarga dan rekan-rekan Pasien sangat menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menganggap pihak Rumah Sakit Cicalengka kurang profesional dan kurang memperhatikan hak-hak pasien untuk memperoleh penanganan dan pelayanan yang maksimal sesuai standar pelayanan kesehatan/medis; Rumah sakit tidak sigap melakukan penanganan untuk perawatan pada pasien.

Sehubungan pasien kurang di perhatikan, saat itu keluarga pasien beserta rekan-rekannya meminta keterangan kepada tenaga kesehatan RSUD Cicalengka yang dianggap lamban dalam menangani Almarhum Adi.

Yang menimbulkan kejengkelan adalah sewaktu pasien dirawat di ruang UGD untuk mendapat perawatan dan diberi bantuan pernafasan melalui tabung oksigen (O2), namun setelah dipergunakan untuk pasien ADI M. Riyadi ternyata tabungnya dalam keadaan kosong.

Hingga saat ini belum diperoleh keterangan hasil diagnosa dan laboratorium serta tidak ada keterangan yang diperoleh hasil rekam medis dari pihak rumah sakit tersebut. (Tim WRC)

Satu tanggapan untuk “Pasien Meninggal Di RSUD Cicalengka Diduga Kelalaian Tenaga Medis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *