Nampat Ungkap Monopoli Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Nampat Silangit SH
Nampat Silangit SH

Batam (BN). Nampat Silangit SH mengugat Disperindag Kota Batam ke KIP (Komisi Informasi Publik ) Kepri di Gedung Bersama Lantai 5 Kota Batam.

Nampat Silangit mengatakan bahwa persidangan lanjutan minggu depan dengan agenda pembuktian, Gas 3 Kg Milik Pertamina yang di subsidi Negara terindikasi adanya Monopoli dan KKN.

Disperindag Kota Batam mewakilkan kabidnya Amir, yang sebelumya diwakili oleh Andre Kasi Migas.

Salah satu yang ingin diungkap yaitu PT Dian Kerosene Pratama salah satu Pengusaha Agen gas elpiji 3 Kg yang beralamat di Sei Panas. Satu Perusahaan memiliki 3 perusahaan Agen lainnya, dan ini terungkap ketika di Persidangan, bahwa ke 3 nya yang menyalurkan Gas 3 Kg bersubsidi adalah milik Keluarganya , ini luar biasa monopolinya ! Selama ini berarti penyaluran Gas 3 Kg di kuasai oleh mereka.

“ Saya melihat Gas 3 Kg bersubsidi, kuat dugaan di Monopoli pendistribusiannya ke Pangkalan, karena Pengusaha dan Eks Karyawan membuka Pangkalan juga. Ini semakin terang terlihat salama ini Gas 3 Kg bersubsidi yang di komfrensi dari Minyak Tanah terindikasi permainan pejabat dan petinggi yang berwenang, bisa juga Pihak Pertamina ikut bermain ataupun yang lainnya. Kalau ini terbukti adanya monopoli antara Aparatur Negara, saya akan melaporkan kepada aparat Penegak Hukum, dan meminta kepada Media BIN (Berita Investigasi Nasional/binpers.com-red) dapat mengiring dan mengadukan perihal ini juga,” Tegas Nampat Silangit.

Sementara itu Kepala Pertamina Kepri, Yudi saat dimintai konfirmasi dan Wawancara terkesan menghindar.

“ Saya sekarang sedang sibuk, mungkin minggu depan kita dapat bertemu,” ujarnya.

Seperti yang diketahui bersama, pangkalan gas elpiji 3 Kg bertaburan diwilayah tersebut, di perumahan botania saja terdapat 6 pangkalan begitu juga di perumahan taman raya, Anggrek Mas dan Pungur, dan semua pangkalan tersebut diduga masih dalam satu kelompok.

Sebelumnya Pertamina dan Kantor Pos telah mengadakan audit kelokasi pangkalan, tapi sampai berita ini diturunkan tidak ada tindakan apapun. (Tim Investigasi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *