Masyarakat Menolak Kenaikan Tarif PDAM

demo pdamKendal (BN). Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Perubahan Daerah ( Garuda) Kendal, Senin siang melakukan aksi demo di depan kantor bupati. Dalam aksinya, mereka menuntut agar bupati mencabut kenaikan tarif PDAM Tirto Panguripan sebesar 30 persen yang sudah naik 3 bulan lalu.

Demo tersebut di ikuti puluhan ibu- ibu yang melakukan aksi di jalan menolak kenaikan tarif PDAM di atas mobil bak terbuka.

Dalam aksinya, mereka menuntut agar pihak PDAM transparan dalam pemberlakuan tarif yang dibebankan warga Kendal, karena selama ini pihak PDAM tak pernah terbuka dengan peraturan ini.

Masyarakat Kendal selama ini bertanya- tanya kenapa PDAM menaikan tarif semena- mena dengan dasar merubah Perda yang ada yaitu Perda No.07 tahun 2012 yang seakan- akan kenaikan tarif ini merupakan kesepakatan antara perwakilan rakyat dan pemerintah Kabupaten Kendal.

Para pendemo mengaku kecewa dengan pihak PDAM, karena cara menghitung pembayaran air PDAM selama ini tidak dihitung sesuai angka yang digunakan, melainkan dengan cara rentang kubik semisal satu hingga sepuluh kubik dan warga harus membayar sesuai aturan yang diberlakukan pihak PDAM.

Padahal, dengan cara ini masyarakatlah yang rugi karena jika masyarakat dalam satu bulan hanya habis memakai air 7 kubik, akan tetapi tetap harus membayar sepuluh kubik, sehingga PDAM diuntungkan 3 kubik.

“Harusnya, jika satu bulan habis tujuh kubik warga harus bayar tujuh kubik dan bukan membayar sepuluh kubik. Tak hanya itu, pendemo juga mendesak bupati untuk mempertanggung jawabkan royalti yang diberikan oleh PDAM kota Semarang yang telah mengambil 5 sumber mata air di daerah Boja dan Limbangan,” kata Budi, koordinator pendemo.

Untuk itu, pendemo mendesak bupati Kendal bisa menyelesaikan kasus ini, dan jika tidak para pendemo akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.(eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *