Jelang Mayday 2015 Buruh Serukan Usir IMF, ADB Dan World Bank di Indonesia

May-Day-Belum-Datang-Demo-SudahTerkait seruan Jokowi untuk menentang Lembaga Keuangan dunia yang telah banyak merugikan perekonomian negara negara Asia – Afrika akibat Intervensi ketiga lembaga keuangan dalam sistim ekonomi dan pengelolaan ekonomi negara negara di Asia – Afrika yang telah meyebabkan ketimpangan yang sangat kontras dengan negara negara yang menjadi kreditor di IMF, ADB dan World Bank .

Perlu diketahui bahwa IMF, ADB dan World Bank sangat mempengaruhi dan ikut mengatur setiap kebijakan ekonomi Indonesia mulai dari desakan untuk melakukan penjualan aset aset negara melalui Privatisasi BUMN, Kontrak Karya Migas dan Tambang yang lebih banyak merugikan Indonesia .

Sementara itu terkait sistim kesejahteraan masyarakat ketiga lembaga keuangan international jugalah yang mengusulkan dan mendesak pemerintah Indonesia maupun negara negara Asia Afrika yang mendapatkan pinjaman dari mereka dengan syarat mencabut subsidi BBM dan melepaskan harga BBM mengikuti harga pasar, subsidi tarif dasar listrik dan subsidi harga pangan yang berakibat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kemiskinan.

Dan terkait kesejahteraan buruh, ketiga lembaga keuangan international ini juga ikut mempengaruhi dan menekan pemerintah untuk menerapkan sistim upah buruh murah dan sistim kerja Outsourcing dengan alasan untuk meningkatkan investasi luar negeri serta produk yang bisa bersaing di pasaran dunia.

Padahal semua itu adalah jebakan bagi rakyat indonesia dan asia afrika, agar corporasi corporasi mereka dapat menanamkan investasinya di Asia dan Afrika dengan menikmati upah buruh yang murah dan terbebas dari kewajiban untuk membayar jaminan hari tua buruh karena sistim kerja Outsourcing.

Begitu juga dengan sistim jaminan sosial, akhirnya  SJSN dan BPJS, nyatanya pihak asinglah yang banyak berperan bahkan menentukan, terutama ADB (Asian Development Bank).  Hal itu berawal pasca krisis tahun 1997.  Salah satu poin Letter of Intent (LoI) yang didektekan oleh IMF adalah liberalisasi sektor keuangan.  Untuk itu dibuat banyak proyek utang baik dari IMF, Bank Dunia dan ADB. Dan hasilnya sistim jaminan sosial nasional kita melenceng dari Konstitusi UUD 1945.

Selain itu juga IMF, ADB dan bank dunia berperan sangat aktif untuk meliberalisasi sistim keuangan Indonesia dengan sangat liberal sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat bergantung pada nilai kurs Rupiah terhadap mata uang US  dollar, dan meyebabkan ekonomi nasional sangat fragile terhadap terjadinya capital falight .

Dan atas tekanan IMF, ADB dan Bank Dunia juga Pada Tahun 1997  yang mengharuskan Pemerintah RI Untuk menalangi hutang hutang swasta Kepada pihak luar negeri dan membail out semua aset aset freak pengemblang BLBI, dengan mengunakan dana recapitalisasi yang bunganya harus dibayar melalui APBN setiap tahunnya .

Karena itu Pidato Jokowi yang menentang dan mengecam IMF, Bank dunia dan ADB serta negara negara maju yang menyatakan hanya 20 persen,  tetapi menikmati 70 persen kekayaan alam di dunia patut di dukung direalisasikan dengan mengusir dan memutuskan hubungan Indonesia dengan IMF, ADB dan World Bank .

Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN bersatu pada saat Mayday mengajak dan menghimbau  buruh untuk  melakukan aksi besar pendudukan kantor kantor perwakilan ketiga lembaga keuangan international di Jakarta dan mengusir perwakilan mereka di Indonesia.

Buruh juga mendesak Jokowi untuk membatalkan semua rencana pinjaman lunak maupun pinjaman dalam bentuk proyek dari IMF, ADB dan Bank Dunia sesuai pidato Jokowi pada konfrensi Asia Afrika  yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF dan ADB adalah pandangan yang usang yang perlu dibuang.

Artinya Jokowi sudah sepakat atas nama Rakyat Indonesia sudah tidak lagi mau menggunakan IMF, ADB dan Bank Dunia yang sangat licik dalam meyelesaikan persoalan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. (Arief Poyuono ,SE. /Ketua Umum FSP BUMN Bersatu)

Pernyataan ini didukung oleh :

KSPSI, FSPMI, FSP Pelindo, FSP Mandiri, Serikat Petani Nasional, SPN, PGRI, KSBSI, FSP Tambang dan Migas, FSPBUN, LBH BUMN, Serikat Pengacara Rakyat, Petisi 28, FSP Perkebunan Indonesia

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment