Ikatan Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Gelar Diskusi Akbar

haltimHaltim (BN). Ikatan pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IPMHT) Bandung. Mengadakan kegiatan diskusi Akbar yang Bertema “ Membangun Ekonomi Kerakyatan Di Wilayah Bandung”, Minggu 29 maret 2015 pkl 09 – 15.00 WIB di Gedung AULA YPKP Bandung, Ketua Panitia Rakib Daud mengatakan Diskusi AKBAR tersebut dihadiri beberapa organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari Perwakilan Seluruh Pengurus Mahasiswa Halmahera Timur, HIPMA HAL-TENG, IPMHT BOGOR, HIPMMU Bandung, Sesepuh yang berdomisili di Jawa Barat, serta beberapa tokoh masyarakat kota Bandung.

Diskusi akbar tersebut di buka oleh koordinator Berita Investigasi Nasional Pers Maluku Utara Mohamamad Sukman Ahmad, ST selaku sesepuh IPMHT BANDUNG. Beliau menegaskan akan pentingnya pemahaman tentang ekonomi kerakyatan bagi mahasiswa Halmahera timur yang berada di Kota Bandung, agar kelak menjadi agen of change ekonomi kerakyatan di wilayah HALTIM dimana Poin-poin yang menjadi perhatian pada sistem perekonomian kerakyatan adalah pertumbuhan ekonomi, kepentingan sosial, nilai keadilan, dan kualitas hidup masyarakat. Poin-poin inilah yang harus dijadikan pedoman ketika menentukan kebijakan dalam bidang perekonomian sehingga dapat mendorong masyarakat Halmahera Timur untuk maju dan sejajar dalam hal mencapai kesejahteraan.

Diskusi AKBAR ini digelar dengan tujuan dapat terjalin tali silaturahmi dan ukhuwah antara seluruh paguyuban yang ada di Bandung serta Masyarakat Muararajeun, dengan pihak yang terkait serta dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Peserta diskusi diberikan wawasan mengenai penerapan membangun ekonomi kerakyatan dimana, kita harus merumuskan konsep pembangunan ekonomi sendiri yang cocok dengan tuntutan politik rakyat, tuntutan konstitusi kita, serta cocok dengan dengan kondisi obyektif dan situasi subyektif walaupun rumusan konstitusi kita menyangkut tata ekonomi yang harus dibangun, belum cukup jelas sehingga tidak mudah untuk dijabarkan bahkan dapat di diinterpretasikan bermacam-macam (semacam ekonomi bandul jam, tergantung siapa keyakinan idiologi penguasanya); tetapi dari analisis historis sebenarnya makna atau ruhnya cukup jelas. Ruh tata ekonomi usaha bersama uang bersama kekeluargaan adalah tata ekonomi yang memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk berpartisipasi sebagai pelaku ekonomi. Tata ekonomi yang seharusnya di bangun bukan tata ekonomi yang monopoli atau monopsoni atau oligopoly. Tata ekonomi yang di tuntut konstitusi adalah tata ekonomi yang memberikan peluang kepada seluruh rakyat atau warga Negara untuk memiliki asset dalam ekonomi nasional.(Skm/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *