Diduga Kuat Ada Oknum “Main Mata” Penggunaan Lahan ROW Jalan Tiban 3

Lokasi Tiban 3 Sekupang : Lahan ROW Hijau nampaknya akan berubah jadi lahan komersil, meski harus menimbun saluran  drenase yang sebelumnya dibangun menghabiskan anggaran belanja pemerintah.
Lokasi Tiban 3 Sekupang : Lahan ROW Hijau nampaknya akan berubah jadi lahan komersil, meski harus menimbun saluran drenase yang sebelumnya dibangun menghabiskan anggaran belanja pemerintah.

Batam-Sekupang, (BN).- Lokasi Tiban 3 Sekupang : Lahan ROW Hijau nampaknya akan berubah jadi lahan komersil, sementara drenase yang sebelumnya dibangun dengan anggaran belanja pemerintah saat ini di timbun tanah urugan sehubungan adanya kegiatan proyek pembangunan kawasan bisnis di daerah tersebut.

Badan Kawasan Otorita Batam diduga kuat ada oknum “Main mata”  atas penggunaan Lahan yang terletak di ROW  jalan Tiban 3 berbatasan dengan Perumahan Otorita Batam seluas  ±  1 Ha. Lokasinya berdekatan dengan tanah proyek yang akan  dibangunan ruko-ruko ( Rumah Toko) diareal  lahan yang telah dikelilingi dengan pagar seng.

Dari pantauan wartawan, dilokasi proyek yang sedang dibangun untuk dijadikan areal bisnis  Ruko tersebut yang didalamnya terdapat ada 2 (dua) saluran drenase yang sebelumnya telah di bangun tahun 2007 dan 2014 dengan menggunakan anggaran belanja dari Pemerintah.

Ketika sebelumnya menemui untuk klarifikasai melalui Samsul,  pegawai kepercayaan proyek untuk mengawasai Lalu Lintas Kendaraan angkutan tanah  urugan di Lokasi yang diproyeksikan   fasilitas infrastruktur jalan untuk jalur hijau dikerjakan langsung oleh pihak Otorita Batam.

“Kegiatan proyek pengrugan lahan, dikerjakan dari pihak Otorita Batam, karena, kepemilkan tanah perusahaan yang saya tahu tidak begitu luas” ungkapnya.

Mengenai izin Cut/Fill dia cukup dengan menjawab tidak tahu, “Saya tidak tau urusan perizinan, tanyakan saja ke pihak Otorita Batam , soalnya saya hanya pekerja yang ditugaskan khusus untuk memantau kendaraan-kendaraan penggangkut tanah urugan,” terang Samsul.

Lahan  ±  1 Ha yang terletak di ROW jalan Tiban 3 Kecamatan Sekupang terdapat 2 Drenase yaitu; Drenase  yang berlokasi jalur tengah dan Drenase berlokasi dijalur ujung perbatasan dengan Perumahan Otorita Batam.

Dana  Anggaran Belanja Pemerintah yang dianggarkan pembangunan pondasi batu miring untuk  mengalirkan debit air, tanpak ditimbun dengan Gorong-gorong/Riol sebagai sarana jalan Kendaraan proyek, hal ini diduga kuat terindikasi penyalah gunaan wewenang dan korupsi dengan menerbitkan PL.

 Jepri salah seorang pegawai PT Sudepo pemilik Lahan yang berhasil dikomfirmasi terkait PL ( Peta Lokasi ) dan Patok Batas, menurutnya,  “PL telah di keluarkan dari Otorita Batam, terkait pekerjaan terggantung pihak Otorita Batam, saya hanya menunggu, semua terserah Otorita Batam saja,” tukasnya.

 Sekarang, kata Jepri “Pekerjaan  belum dirapikan tumpukan tanah yang ada di lokasi.  Yang jelas PL kita ada,  terkait drenase saya tidak tau, semua tergantung pihak Otorita Batam,”  ucap Jepri.

 Sayangnya ketika menemui Kepala Otorita Batam, Mustofa Wiajaya yang di komfirmasi Tata Ruang Luas lahan ROW jalan , Tanda Batas/Patok Tiban 3, dan PL yang dikeluarkan, yang bersangkutan belum memberkan konfirmasi begitupun Ahmad Dahlan yang terkait izin IMB dan Amdal ? tidak menjawab.

 Ditempat terpisah, Lurah dan Camat di Pemko Batam yang dikomfirmasi terkait izin PL dan Cutt/Fill, menyebutkan, “Semau izin tidak menerima tembusan, kami ini hanya prajurit, jadi kalau wartawan menanyakan mengenai perizinan sampai saat ini  tidak ada tembusan ke kami. Kalau ada masalah baru kami dijadikan tameng untuk menyelesaikan ke masyarakat,” ujarnya.   ( A.rianto/Rahmat Pane)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment