Berkedok Plasma, PT. CITRA Kuras Kekayaan Masyarakat Morowali

kelapa sawit sultengMorowali, (BN).- PT.Cahaya Idola Tunggal Rona Alam ( CITRA ) adalah merupakan salah satu Perusahaan Kepala Sawit yang bercokol di kabupaten Morowali. Harapan dengan hadirnya PT.CITRA dikabupaten Morowali terhadap khususnya masyarakat yang berada dilingkungan Lingkar HGU PT.CITRA bisa memberikan Kontribusi positif dalam membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan.

Namun itu hanya isapan jempol, sebab kenyataannya dalam kurun waktu 18 tahun kehadiran PT.CITRA di Morowali, justru sangat terbalik dengan kenyataan Investasi PT.CITRA yang sama sekali hanya berkedok Perkebunan Kelapa Sawit dengan pola Plasma yang menyengsarakan masyarakat Morowali, malah yang jelas indikasinya hanya menduduki dan menguasai tanah-tanah milik adat dan menjarah hasil kekayaan hasil bumi  saja.

Pasalnya PT.CITRA hanya mengambil dan menguras kayu Gelondongan sebagai Illegal Logging, yang kemudian ditutupi dengan menanam pohon-pohon sawit yang sifatnya tidak beraturan namun itupun dibiarkan begitu saja sampai saat ini tanpa ada perawatan, diperparah lagi, saat itu PT. CITRA itu justru hengkang dari Bumi Morowali secara diam-diam setelah bertahun-tahun menguras kekayaan Morowali.

Pemilik HGU PT. CITRA tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Diktum-diktum Surat Keputusan sejak dimulai ekspansinya PT.CITRA tahun 1996 dengan diberikannya Izin lokasi nomor 19-SK/IL-1996 pada saat itu kabupaten Morowali merupakan bagian dari Kabupaten Poso.

Pada tahun 2013 PT.CITRA masih menunjukkan Komitmennya secara serius melakukan investasi melalui perkebunan kelapa sawit dengan Pola Plasma berdasarkan SK nomor 62/HGU/BPN RI/2010, luas Areal PT.CITRA kurang lebih 9.071.27 Ha. meliputi 10 Desa dengan luas arealnya membentang dari Wilayah Desa Topogaro Kecamatan Bungku Barat sampai dengan Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah.

Melihat Ketidakjelasan keberadaan PT.CITRA di Morowali, Masyarakat yang mengatasnamakan ALARM baru-baru ini menggeruduk Kantor DPRD MOROWALI untuk berunjuk rasa dan berorasi, mereka meminta Anggota DPRD Morowali agar segera melakukan Hearing kepada Instansi terkait untuk dimintai Keterangan HGU PT.CITRA  yang sampai saat ini dinilai sangat tidak prosedural.

Usai menyampaikan orasinya di Halaman Gedung DPRD Morowali ratusan massa yang mendapat pengawalan ketat dari Aparat Keamanan, terdiri dari Pihak Kepolisian dan anggota Satpol P.P itu kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Morowali, mereka melaju perlahan dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Gafar Hillal sebagai Korlap dalam orasinya secara tegas meminta pencabutan HGU PT.CITRA Merupakan Harga Mati yang tidak bisa ditawar lagi. Gafar secara lantang dihadapan para demonstran menyatakan bahwa Instansi terkait dan PT.CITRA terindikasi ada Konspirasi, hal ini dibuktikan Lahan-lahan Perkebunan yang saat ini milik masyarakat adalah merupakan sumber kehidupan yang secara turun menurun dari leluhur mereka, namun kini tidak bisa diterbitkan Setifikat Kepemilikan dengan alasan bahwa Lahan tersebut milik PT.CITRA dan ini merupakan Bentuk Penindasan, Pembodohan dan Penzaliman terhadap Masyarakat sekitar Morowali yang menjadi tontonan menarik bagi Pemerintah Internasional, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Badan Pertanahan Nasional Pusat dan Daerah Morowali.

Setelah menyampaikan Orasinya secara bergantian, asisten III Haris Nunu menerima Para Aksi Demo di Pelataran Kantor Bupati dan dalam keterangannya Haris Nunu menyampaikan permintaan maaf karena para pejabat yang berhak memberikan Keterangan tidak berada di tempat seperti Bupati dan Wakil Bupati.

Asisten I Sekda dan Kepala bagian ADPUM karena ada tugas luar diwakili Haris Nunu dalam keterangannya berjanji akan berjuang bersama-sama dengan Para pengunjuk rasa dalam Pencabutan HGU PT.CITRA, dari penjelasaannya Haris Nunu juga berjanji menampung Aspirasi Masyarakat sebagaimana tertulis dalam pernyataan sikap dan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati Morowali dan Pejabat berwenang lainnya.

Setelah mendapatkan Penjelasan dari Asisten III Para Aksi Demo membubarkan diri secara tertib. (ags)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

One Thought to “Berkedok Plasma, PT. CITRA Kuras Kekayaan Masyarakat Morowali”

  1. […] Pemerintah Desa Wosu sudah beberapa kali melakukan kunjungan Dinas Transmigrasi Kabupaten Morowali untuk menyampikan permasalahan  warga transmigrasi yang bermasalah ini akan tetapi belum ada penyelesaian sampai saat ini, sementara pihak Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Morowali menunggu kapan ada penyelesaian lahan tumpang tidih semakin tidak terarah, sertifikat tidak mungkin turun jika lahan tumpang tindih dan tidak ada kejelasannya itu tidak dapat diselesaikan. Apa jalan yang harus didapat ditempuh agar persoalan ini cepat selesai, warga transmigrasi ingin mendapat kejelasan lahan yang menjadi tumpuan hidup mereka. Nasib warga  transmigrasi kembali terbengkalai. […]

Leave a Comment