Badai Hempas Beberapa Wilayah Pidie

IMG_20150424_140229

Beureunuen-Pidie(BN). Suasana tenang aktivitas masyarakat Pidie berubah seketika saat deru angin kencang yang datang tiba-tiba pada Kamis (23/04). Masyarakat terlihat panik menyelamatkan diri dari amukan angin kencang yang menyapu sampah dan memporak porandakan beberapa rumah dan menumbangkan pohon-pohon besar di sekitar mereka.

Bermula dari datangnya awan gelap yang mengepul di atas wilayah Pidie disertai deru angin kencang dan ditambah derasnya hujan membuat warga merasa ketakutan dan mencoba menyelamatan diri dari pusaran angin yang datang secara tiba-tiba tersebut.

Hasil pantauan Media BN yang saat itu kebetulan berada di lokasi kejadian, ada beberapa titik yang rusak parah seperti rumah warga yang posisinya berada tepat di pinggiran sawah, atap-atap rumah copot diterjang angin dan banyak pepohonan besar yang tumbang dan menimpa fasilitas umum seperti jaringan listrik milik PLN, atap-atap pertokoan di seputaran Kota Beureunuen Kecamatan Mutiara dan atap-atap pertokoan di Kota Mini Bandar Mutiara Kecamatan Mutiara Timur banyak yang rusak akibat diterjang angin kencang tersebut dan juga beberapa fasilitas pendidikan seperti Sekolah juga ikut rusak akibat tertimpa pohon yang ditanam di pekarangan sekolah tersebut.

Tim media BN berhasil mendapatkan informasi adanya korban jiwa meninggal satu orang dan 3 orang lainnya luka parah akibat pohon Asam Jawa yang tumbang dan menimpa Warkop (warung kopi-red) yang ada di desa Arab Ameeh Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie.

11158007_341169596092147_24490069_nInformasi dari Kepala PLN Ranting Beureunuen (Heru Eriady) melalui jaringan seluler membenarkan banyaknya jaringan PLN yang putus akibat tertimpa pohon dan diperkirakan titik-titik kerusakan yang berhasil mereka pantau hingga malam harinya sekitar 250 lebih yang tergolong rusak parah, namun secara estafet dan kegigihan serta kerja keras Tim penanggulangan gangguan pada kantor ranting PLN wilayah Beureunuen hal tersebut berhasil ditanggulangi dan listrik menyala kembali pada   Pkl. 20.00 wib dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti biasa.

Pihak Pemerintah Kabupaten melalui Muspika Mutiara Timur tidak tinggal diam, pihak kecamatan hingga berita ini diturunkan masih berada dilokasi kejadian untuk memantau kerusakan-kerusakan fasilitas umum, pendidikan dan rumah-rumah warga yang terkena musibah akibat angin kencang tersebut.

Hal ini terbukti saat tim wartawan media BN mengkonfirmasi pada petugas TKSK sdr. Maimun Gade dan Camat Mutiara Timur Bahrul Walidin, S.Sos., beliau memberikan informasi melalui seluler dan mengatakan bahwa tim kecamatan tengah berada di lokasi kejadian untuk memantau dan mendata fasilitas-fasilitas yang rusak dan menurut beliau data-data tersebut nantinya akan diteruskan kepada pihak Pemerintah Kabupaten untuk ditindaklanjuti melalui dinas terkait.(SAF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *