APBD Pembuatan Buletin 2014 Di Kapuas Hulu, Di Duga Fiktif

antoniusPutussibau (BN). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius, A.Md,SE mengungkapkan bahwa dana pembuatan Buletin memang bermasalah dan carut marut sejak awal, dan dana pembuatan Buletin itu berasal dari dana aspirasi Is (Isnandar, ST) anggota DPRD.

“ Dana untuk pembuatan Buletin pariwisata sebesar Rp. 400 juta yang dianggarkan melalui APBD-P, karena kalau di APBD murni tidak ada. Dana 400 juta tersebut, dibagi lagi yaitu dana Rp. 150 juta untuk pembuatan Buku Sejarah, Lipled, Pampelt. Sedangkan 250 juta kerjasama dengan Herlena, dan dana tersebut untuk pembayaran Buletin Surya Khatulistiwa. Tetapi mengenai dana ini, yang lebih tahu adalah Kabid Pariwisata namanya Darmawan, S.Sos,M.Si, tanyakan saja dengan Kabidnya, tetapi yang bersangkutan masih ke Australia,” jelas Antonius.

Sementara itu menurut sumber yang dapat dipercaya kepada media ini mengatakan, bahwa Herlena pemilik Buletin Surya Khatulistiwa pernah berkata bahwa mereka iri dengan saya (Herlena-red), kalau masalah LSM sudah diamankan oleh Isnandar sebesar 12 juta. Yang makan besar uang tersebut Isnandar. Kalau masalah pembuatan Buletin Dinas Nakertansos yang ribut hanya pak Abdullah saja (Kepala Dinas Distransosker-red), pak Abdullah minta 10 juta, tetapi Herlena hanya mampu memberikan 5 juta saja kepada pak Abdullah.

Terkait dana pengamanan pembuatan Buletin pada Dinas Nakertransos Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Dinas Drs.Abdullah Usman,M.Si, Via telpon 0813 4519 xxxx, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa meminta atau pun menerima seperti yang diungkapkan oleh Herlena.

“Itu tidak benar, bahkan saya tidak menangani dana pembuatan buletin, yang menangani itu Sekretaris saya dulu (tahun 2014). Saat ini Sekretaris yang bersangkutan sudah pindah ke Kantor Sekretariat DPRD,”ungkap Kadis Dinas Nakertransos, Selasa (7/4).

Namun berdasarkan temuan media ini, untuk dana pembuatan Buletin khususnya pada instansi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, selain dianggarkan Rp. 400 juta dalam APBD-P 2014, juga terdapat dalam APBD Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp.600 juta untuk pembuatan Buletin Pariwisata Dan Kebudayaan. Ironisnya dana tersebut diduga tidak digunakan untuk pembuatan Buletin Pariwisata sebagaimana mestinya.

Berdasarkan temuan, dana untuk pembuatan buku, jelas-jelas mempunyai dana tersendiri, yaitu sebesar Rp. 150 juta untuk pembuatan Buku Sejarah pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu. Namun Kepala Dinas menggungkapkan, “ dana untuk pembuatan Buletin Pariwisata dibagi untuk pembuatan Buku Sejarah sebesar Rp. 150 juta, sedangkan Rp. 250 Juta kerjasama dengan Buletin Surya Khatulistiwa milik Herlena,” ungkapnya.

Sementara Isnandar,ST, mantan Anggota DPRD mengakui bahwa dana tersebut berasal dari dana Aspirasi dirinya. Kalau pun mau diproses silahkan proses saja Herlena (pemilik Buletin Surya Khatulistiwa), karena Herlena sudah menipu saya. Yang makan uang tersebut, Herlena semuanya. Termasuk uang saya 200 juta, tidak diberikan oleh dia (Herlena-red),” tandasnya.

Sedangkan menurut salah satu LSM LPPNRI, Rusli, Kamis (9/4) mengatakan bahwa proyek tersebut tidak diumumkan, tidak menggunakan konsultan, tidak dilelang, dan tidak menggunakan kontrak pekerjanya. Ironisnya lagi kegiatan tersebut, diduga fiktif,” pungkasnya. (Santo-AWI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *