3.058 Siswa Siap Mengikuti Ujian Nasional

Ujian-NasionalBORONG-NTT (BN). Sebanyak 3.058 peserta ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan paket C di kabupaten Manggarai Timur (Matim), propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah siap untuk mengikuti pelaksanaan UN yang akan dimulai pada Senin (13/4). Kata kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga (PPO), Frederika Soch, yang ditemui di Kantor Bupati Selasa (7/4).

Soch mengatakan, ada 58 sekolah di Kabupaten Matim yang melaksanakan pelaksan UN dan semuanya sudah siap untuk melaksanaan UN. Dari jumlah 3.058 peserta UN di 58 sekolah, untuk peserta SMA sebanyak 2.602, untuk SMK sebanyak 236, dan untuk paket C sebanyak 220 orang. Untuk pendistribusian mulai dilakukan Rabu (7/4) ke sejumlah Empat titik yakni satu titik di kecamatan Lamba Leda, kecamatan Poco Ranaka, kecamatan Poco Ranaka Timur, kecamatan Borong dan Kota Komba, Elar Selatan dan Elar dan kecamatan Sambi Rampas.

Soch mengatakan pendistribusian untuk bahan soal ujian ke 4 titik itu kepusat kecamatan yang memiliki Pos polisi (Pospol) dan kepala sekolah serta langsung diterima oleh para kepala sekolah. Pendistribusiannya dikawal oleh polisi. Khusus untuk paket paket C titik distribusinya di Mano kecamatan Poco Ranaka.

 Soch membuat target kelulusan tahun 2015 untuk semua jenjang dengan prosentase 100 persen. Terkait penentuan kelulusan bukan dari hasil UN, tapi ditentukan oleh pihak sekolah. Dia minta pihak sekolah yang menilai harus jujur. Sementara pengawas dengan sistem silang antar sekolah dan pengawas UN tidak ada anggaran, tapi pihak dinas PPO berupaya dianggarkan pada pembahasan anggaran perubahan.

 Soch menjelaskna untuk tahun ini tidak disediakan dana pengawasan, tetapi dirinya berusaha bicarakan dengan DPRD, agar anggaran diupayakan pada anggaran perubahan. Dia mengaku anggaran untuk pengawasan seharusnya ada karena sistem pengawasan silang antara sekolah yang satu dan lain tentu para pengawas mengeluarkan biaya, sehingga dibutuhkan dana.

Soch mengatakan dirinya yakin hasil UN untuk sekolah di Kabupaten Manggarai Timur bisa lulus seratus persen karena persiapan menjelang ujian sudah dilakukan berbagai kegiatan seperti seperti ujian try out, pelatihan soal-soal, kisi-kisi soal, dan les tambahan di sore hari, Selain itu juga bagi siswa/i yang tinggal jauh dari lingkungan sekolah, wajib diasramakan.

 Sementara untuk ujian online, kabupaten Matim menolak karena belum siap. Hal tersebut masih terbentur dengan berbagai persoalan, seperti ketersedian sarana dan sarana. Selain itu masih menggunakan kurikulum lama, yakni KTSP. Di kabupaten Matim, untuk ujian online dipastikan bisa dilaksanakan di tahun 2018, pasalnya harus butuh proses termasuk untuk pengadaan sarana dan prasarana.

Soch memintah kepada semua elemen masyarakat, orang tua untuk terlibat aktif, menjaga suasana anak-anak supaya mereka bisa belajar dengan tenang, menjaga anak-anak yang mau mengikuti ujian supaya mereka tidak mengendarai sepeda motor dengan jalan yang jauh. “Biarkan mereka diarahkan supaya tetap belajar sehingga pada akhirnya bisa lulus ujian”.ujarnya. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *