Warga Meminta PT. Walea DCR Angkat Kaki Dari Touna

Ilustrasi ilegal loging
Ilustrasi ilegal loging

Tojo Una-una, SULTENG (BN)- Keberadaan PT. Walea DCR yang di kelola salah satu pengusaha asing yang akrab disapa Mr,Lucca menuai sorotan dari kalangan aktivis dan LSM. Hal ini dikarenakan Keberadaan PT. Walea DCR telah dianggap sangat merugikan pemerintah dan masyarakat kabupaten Touna, pasalnya perusahaan ini sedang tersandung Kasus sengketa lahan dengan dugaan penyerobotan tanah dan illegal loging di daerah Walea kepulauan kabupaten Tojo Una-Una.

Saat ini keberadaan perusahaan PT.Walea DCR yang berada di desa Kondongan kecamatan Walea Besar kabupaten Tojo Una-Una provinsi Sulawesi Tengah tengah menghadapi polemik dengan warga masyarakat setempat yang sangat tidak setuju atas kebijakan-kebijakan yang di jalankan oleh perusahaan ini di karenakan menurut warga PT.Walea DCR telah melanggar aturan dan ini sangat perlu disikapi dengan tegas oleh pihak-pihak terkait dalam hal ini PEMDA Touna.

Salah satu diantaranya yang terjadi ialah apa yang di terapkan oleh PT. Walea DCR
terhadap karyawannya itu sudah sangat bertentangan dengan budaya-budaya lokal masyarakat setempat, seperti yang diutarakan oleh salah seorang karyawannya yang bernama Aco jika karyawan dalam proses kerja lantas melakukan ibadah maka gaji karyawan tersebut akan dikurangi,  dan hal ini dianggap sudah melanggar nilai-nilai keagamaan.

Di lain pihak salah satu aktivis Mohamad Aksa yang juga merupakan warga desa kondongan menegaskan bahwa banyak sekali pelanggaran yang di lakukan oleh PT. Walea DCR serta kami warga desa kondongan khususnya dan pada umumnya warga kecamatan walea besar menghimbau kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi dan pusat untuk meninjau kembali izin hak guna usaha (HGU) milik Mr,Lucca yang saat ini masih di pegang oleh PT.Walea DCR. Dan disamping itu juga Aksa mengungkapkan masalah illegal logging kayu di karenakan menurutnya izin yang di berikan kepada Mr,Lucca ini bukan izin untuk pengolahan kayu melainkan izin pengolahan pariwisata yang pada prakteknya terjadi ilegalogging kayu ini telah terbukti dan untuk sementara proses tindak lanjut masih berjalan  oleh pihak kepolisan.

Kasat Reskrim Polres Tojo Una-Una, Petrus Matasik saat di temui tim wartawan BN/binpers.com  di ruang kerjanya pada hari senin (2/3) membenarkan masalah Ilegal logging tersebut.

” Kami dari pihak kepolisian sudah turun kelapangan dan memang benar adanya tumpukan kayu sekitar 50 kubik lebih yang terdiri dari kayu besi serta jenis kayu lainnya yang di duga kayu tersebut adalah hasil pembalakan liar alias

ilegaloging dan kami juga sudah berhasil melakukan police line pada area tumpukan kayu tersebut serta  kasus dugaan ilegaloging  ini untuk sementara masih dalam tahap proses penyidikan ,” Ujar Petrus Matasik.

Warga Masyarakat desa Kondongan kecamatan walea besar khususnya dan pada umumnya masyarakat Kabupaten Tojo una-una provinsi Sulawesi Tengah memohon kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk dengan segera menindak lanjuti dengan tegas atas pelanggaran yang di lakukan oleh Pihak PT.Walea DCR serta masyarakat juga meminta kepada pihak perusahaan PT.Walea DCR untuk segera angkat kaki dari Bumi Tojo una-una karena masyarakat khususnya warga desa kondongan secara langasung tidak pernah merasakan manfaat atas kehadiran PT.Walea DCR. (Ali Fikri)

Satu tanggapan untuk “Warga Meminta PT. Walea DCR Angkat Kaki Dari Touna

  • 16 Maret 2015 pada 22:06
    Permalink

    Ilegal Loging = Pembunuhan
    mengapa ??

    karena :
    banyak habitat satwa liar yang mati akibat kehilngan tempat tinggal dan kekurangan cadangan makanan serta membuat keseimbangan alam menjadi tidak stabil yang akibatnya memperparah Global Warming !!!
    bisakah manusia hidup tanpa pohon ?
    bisakah manusia hidup tanpa binatang dan tumbuhan lainnya ?
    keseimbangan alam itu adalah kehidupan kita, uang tidak akan membuat bumi kita ini semakin membaik !!!!
    STOP ILEGAL LOGING !!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *