TNI-AD Adakan Serbuan Teritorial di SULBAR

“Danrem 142 Tatag Naik Motor berkonvoi keliling Polman untuk menyapa masyarakat”

yosua KOREM TATAGPOLMAN (BN). Upaya TNI-AD untuk mendekatkan dirinya kepada masyarakat kali ini dengan cara melakukan Serbuan Teritorial keseluruh lapisan masyarakat yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dan apa saja kendala yang ada dan dirasakan masyarakat saat ini.

Baru-baru ini Komandan Korem 142 Taro Ada Taro Gau (TATAG) Parepare, Kolonel Inf. YOSUA PANDIT SEMBIRING berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar (POLMAN) dengan menggunakan Motor dari Perbatasan POLMAN-MAJENE (Selasa 25/3) yang lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional, rombongan Danrem 142 Tatag turun dari kendaraan roda 4 kemudian naik motor Dinas dari Perbatasan Polman-Majene berkonvoi dijalan trans Sulawesi keliling Kabupaten Polman untuk menyapa masyarakat didampingi oleh Dandim 1402 Polman Letkol Inf DODI TRIWINARNO diikuti oleh beberapa Perwira Kodim lainnya, Danramil serta puluhan Babinsa.

Iringan-iringan Konpoi tersebut menjadi perhatian warga, sesekali Danrem melambaikan tangannya untuk menyapa warga, setelah tiba di Makodim 1402 Danrem didampingi Dandim dan Perwira Kodim lainnya langsung menuju Mapolres Polman dengan kendaraan roda 4 menyambut kedatangan Kapolda Sulselbar Irjen Pol. ANTON SETIADJI yang melakukan Kunjungan Kerja (KUNKER) di Mapolres Polman.

Usai melakukan tatap muka dengan Kapolda, Yosua dan rombongan kembali Ke Makodim 1402 Polman untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat (diwakili oleh ratusan Abang-abang Tukang Becak) beserta becaknya yang diparkir rapi.

Acara tatap muka dan silaturahmi antara abang tukang becak dengan Prajurit TNI terlihat sangat akrab dan sangat kekeluargaan, dihadapan abang tukang becak Danrem menyampaikan wejangan disertai tanya jawab.

Usai melakukan tanya jawab, Danrem menyerahkan bantuan paket Sembako yang berisi beras, mi Instan dan sejumlah uang secara simbolis kepada abang tukang becak yang selanjutnya dibagikan oleh para prajurit kepada semua tukang becak yang hadir saat itu.

” Pekerjaan Tukang becak itu bukanlah pekerjaan yang hina, Tukang becak itu adalah bagian dari pada Profesi, sama dengan yang lain, maka dia harus profesional, harus memakan uang yang halal,” ujar Yosua.

“Kalau mereka dapat uang yang halal itulah sesungguhnya dia punya harga diri, jadi kita bangkitkanlah harga diri tukang becak ini,”jelas Yosua kepada wartawan.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Normanteo. Kemudian dilanjutkan oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, dan kami dilapangan akan melaksanakan sampai kapanpun sampai tentara ini masih ada dan terus dilakukan, selama Serbuan Teritorial tetap ada, jadi sebuah teritorial tidak akan hilang, Hilangnya sebuah Teritorial akan hilang bersama tentara dan Negaranya, Selagi Negara Republik Indonesia masih ada Serbuan Teritorial tetap dilakukan oleh TNI-AD,” tegas Yosua

” Sesungguhnya kegiatan ini harus menyentuh lapisan masyarakat dengan metode Komunikasi sosial, memberikan bantuan, membina masyarakat tentang ketahanan wilayah, melatih pramuka, memberikan wawasan Kebangsaan, Cinta Tanah Air dan lain sebagainya,” tambah Yosua. (***nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *