Tengkulak Merajalela, PTPN.VI Diabaikan

IMG_1876 copy2Jambi (BN). PT. Perkebunan Nusantara IV pada tahun 1980 an membuka Perkebunan Kelapa Sawit untuk Propinsi Jambi, termasuk untuk lokasi Sungai Bahar. Pada waktu itu Sungai Bahar masih bagian dari Kabupaten Batang Hari, yang beribukota di Muara Bulian. Karena Trans Umum tidak berhasil mengembangkan pertaniannya, ahirnya pemerintah Orde Baru menyarankan kepada Direktur utama Gunung Pamela yang berpusat di Medan, agar membuka Perkebunan Kelapa Sawit di Propinsi Jambi, untuk Kabupaten Batang Hari, Kebun Kelapa Sawit Inti dan Pirsus serta Pirtrans, Kebun Karet di lokasi Kebun Nes dan Kebun Karet di Durian Luncup, sedangkan di Kabupaten Muara Bungo kebun Karet dan Kelapa Hibrida, ada untuk Kebun Inti dan juga ada untuk Trans.

Namun akibat ulah tangan-tangan jahil, ahirnya Pihak PT.Perkebunan Nusantara IV berubah menjadi Nusantara VI sampai sekarang. Bagi Kebun Karet dan Kelapa Hibrida dirombak menJadi Kebun Kelapa Sawit, serta petani Pirsus dan Pirtrans tingkat perekonomiannya menjadi sangat baik, hal ini dapat dibuktikan Sungai Bahar semula hanya 1 Kecamatan, namun sejak 5 tahun yang lalu menjadi 3 Kecamatan, dan menjadi penyumbang pajak yang sangat besar kepada Pemkab Muaro Jambi.

Pihak PT. Perkebunan Nusantara VI penyumbang Pajak/PPN dengan jumlah yang cukup besar dengan nilai miliaran Rupiah disetiap bulannya. Namun sejak pertengahan tahun 2014, Pemerintah Muaro Jambi memberikan izin kepada tengkulak yang menamakan Perusahannya RAM menampung hasil buah kelapa sawit dari warga Binaan pihak PTP. Nusantara VI. Pengusaha RAM ini sengaja membeli Tandan Buah Segar ( TBS ) melebihi harga yang ditentukan oleh Dinas Perkebunan, yang akibatnya Pihak Koperasi Unit Desa ( KUD ) dan warga banyak yang menjual ke pengusaha RAM.

PT.Perkebunan Nusantara VI, yang berjasa membuat Perkebunan Kelapa Sawit dan sudah membina para petani kebun sawit dan pengurus KUD menjadi KUD mandiri dan KUD Teladan jadi diabaikan oleh Warga Pirsus dan Pirtans. Nampaknya bukan saja hanya dari kalangan Warga yang melupakannya namun pihak Pemkab Muaro Jambi juga tidak perduli lagi, terbukti Jalan Poros Kabupaten kini tidak ada perawatan dari tahun ke tahunnya.

Pemkab Muaro Jambi membiarkan jalan Poros Kabupaten rusak, serta memberikan izin terhadap tengkulak (RAM). Perusahaan RAM ada 4 di Sungai Bahar, namun keempat  Perusahaan ini tidak memiliki papan nama perusahaan. Tim Investigasi media BN akan melakukan klarifikasi keberadaan perusahaan RAM ini dengan mencari alamat perusahan ini di kota Jambi, serta akan menemui Kabag Ekonomi yang memberikan izin menampung buah kelapa sawit yang ada di lokasi Desa Suka Makmur dan di unit 5 Desa Rantau Harapan. (JHP)

Satu tanggapan untuk “Tengkulak Merajalela, PTPN.VI Diabaikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *