Rupinus Siap Meneruskan Pembangunan Kabupaten Sekadau Lebih Baik lagi

Wakil Bupati Sekadau Rupinus, SH.,M.Si (Gbr.1), Ketua MC AWI Kalbar Budi Gautama bersama Kabag Humas Paulus Ugang (Gbr.2)
Wakil Bupati Sekadau Rupinus, SH.,M.Si (Gbr.1), Ketua MC AWI Kalbar Budi Gautama bersama Kabag Humas Paulus Ugang (Gbr.2)

Sekadau (BN). Sekadau yang sebelumnya menginduk pada Kabupaten Sanggau beberapa tahun yang lalu, kini dimekarkan menjadi Pemerintahan Kabupaten. Kabupaten Sekadau dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kebupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Provinsi Kalimantan Barat.

Kabupaten Sekadau yang sejak Tahun 2003 resmi menjadi kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Sekadau saat ini dipimpin oleh Bupati Simon Petrus yang telah menduduki masa jabatan selama dua periode telah banyak memberikan bukti nyata dalam membangun kabupaten Sekadau. Hal ini diungkapkan Asisten tiga, Drs.Khandra Asmarahady yang didampingi Kabag Humas Paulus Ugang saat ditemui wartawan BN beberapa pekan lalu di ruang kerjanya.

“ Bapak Bupati dalam masa kepemimpinannya lebih mengedepankan pembangunan disegala bidang serta mengedepankan pelayanan pada masyarakat terutama pada sektor pelayanan publik yang mudah dan cepat, hal ini telah dibuktikan oleh beliau dengan membangun kantor Pelayanan Terpadu, hingga saat ini Bupati dan Wakilnya telah mengorbankan kepentingannya. Dimana saat ini beliau belum memiliki rumah dinas seperti bupati-bupati lainnya di Kalimantan Barat, untuk itu pada tahun 2015 beliau telah mengajukan usulan membangun rumah dinas dengan menggunakan dana APBD,” Ungkap Khandra.

Ditempat yang berbeda Wakil Bupati Rupinus, SH.,M.Si baru-baru ini diruang kerjanya mengatakan, untuk membangun Sekadau ini tidak cukup dalam waktu 10 tahun dapat tergarap, apa yang telah dipogramkan oleh bapak Bupati masih banyak yang belum dapat dilaksanakan, sebab Kabupaten Sekadau ini dalam katagori yang masih baru, masih perlu banyak yang mesti ditingkatkan.

“ Berhubung tak lama masa bakti beliau akan berakhir, apalagi pada tahun 2015 ini akan dilaksanakan Pilkada yang dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia, saya secara pribadi jika didukung oleh masyarakat, siap untuk maju menggantikan posisi beliau, Siapnya saya ini jika mendapatkan dukungan dari semua elemen yang ada di Kabupaten Sekadau agar saya dapat meneruskan Visi dan Misi Pak Bupati Simon Petrus untuk mewujudkan Kabupaten Sekadau yang sejahtera mandiri dan demokratis,” Ungkap Rupinus.

Rupinus menambahkan dalam hal ini selain melanjutkan apa yang telah direncanakan dan dirintis Bapak Bupati sebelumnya, juga akan meningkatkan pembangunan insfrastrukur, terutama pada sektor jalan lingkungan antar desa, pogramnya pun tidak jauh beda dengan visi dan misi sebelumnya dengan tujuan meningkatkan sumber Daya manusia (SDM) masyarakat dalam membangun Kabupaten Sekadau yang lebih baik dan berkembang.

“ Hal ini sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban saya yang harus dilaksanakan,” Ungkapnya.
Beliau kemudian menegaskan bahwa memperhatikan kepentingan masyarakat itu sangat penting, bagaimana cara kita membantu mereka, dimana di Kabupaten ini masih banyak masyarakat pedalaman yang belum dapat menikmati kemudahan-kemudahan transportasi jalan, penerangan, maupun informasi lain. Hal – hal seperti Ini juga harus segera ditanggapi.

“ Makanya, yang belum terlaksana akan saya lanjutkan seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Kalau kita mau jujur, saat ini para petani karet banyak yang mengeluh dimana saat ini terjadi penurunan harga jualnya. Kalau kita mau menyadari bahwa petani karet dan pemasok saat ini bukan hanya didaerah kita saja, ada negara lain yang juga sebagai penyuplai karet tersebut. Dengan anjloknya harga karet tersebut mungkin disebabkan kwalitas dan mutunya tidak menjamin harga pasar yang baik sehingga ini berdampak pada harga, inilah yang perlu kita dilihat dari berat kilo yang menentukan, akan tetapi mutu dan kwalitas itulah yang menentukan harga,” Tegasnya.

Disamping itu, Rupinus juga menginginkan agar masyarakat dapat membudidayakan tanaman lain selain karet seperti Kokao. Selain pertanian dan perikanan, para petani Kokao ini dibina dengan baik agar masyarakat dapat menikmati hasil tanaman ini yang mudah disalurkan, dan memiliki harga jual yang baik.

“ Untuk itu dengan potensi alam yang ada bagaimana kita dapat mengemas apa yang dapat kita kembangkan baik itu sektor wisata maupun hasil kekayaan alammya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” Ungkap Rupinus mengahiri keterangannya.( Bun -WIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *