Rakor tingkat kecamatan dipusatkan di Kantor Babinsa Sungai Bahar

pardede3Sungai Bahar-Jambi (BN). Untuk membahas permasalahan disetiap desa, sangat perlu diadakan rapat Kordinasi antara Kades, BPD serta semua instansi yang terkait yang ada dilingkungan Kecamatan. Hal itupun berlaku dilingkungan Sungai Bahar Tengah, dengan adanya rapat koordinasi di depan Kantor Babinsa Sungai Bahar Tengah yang diadakan pada hari Rabu (25/3) lalu.

Rakor tersebut dihadiri oleh Camat Sungai Bahar Tengah Suwardiman,SPd, Kapolsek Sungai Bahar AKP.Yumika Putra, Dan Ramil Kapten Infantri Suyadi bersama anggotanya yang sekaligus sebagai tuan rumah serta tidak ketinggalan pula semua Kepala Desa dari 10 Desa beserta Sekdesnya, Ketua BPD bersama anggota. Dari Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Bahar diwakili oleh Dr.Anre, Sedangkan dari Puskesmas unit 5 diwakili oleh ibu Apriani SKM.MKes.

Dalam pembahasan Rakor kali ini antara lain adalah :

  1. Mengenai keberadaan Warung remang-remang (Poco-poco) yang ada di lokasi unit 5 dan unit 1 Sungai Bahar agar segera ditutup. Dan para WTS nya, segera diserahkan ke Dinas Sosial.
  2. Masalah Narkoba yang sudah lama beredar di Sungai Bahar terutama di lokasi Warung Remang–Remang (Poco-poco).
  3. Masalah Portal yang ada di unit 10 agar disetiap Desa membuat Portal, hal Ini sangat perlu demi untuk menjaga jalan Kabupaten tidak mengalami rusak besar seperti yang terjadi selama ini.

Menurut Dan Ramil Suyadi, pihak koramil dan Babinsa siap kerja sama dengan pihak Kepolisian, untuk memerangi Narkoba dan Prostitusi di wilayah Sungai Bahar. Hal ini dikarenakan semua Kepala Desa, Sekdes serta BPD melaporkan dalam rakor tersebut, dengan adanya pemberitahuan dari Polres dan Sappol PP Kabupaten Muaro Jambi, agar Warung Poco-Poco yang ada di lokasi Kebun Kelapa Sawit unit 5 dan unit 1 yang sudah menyediakan WTS agar segera ditutup.

Para WTS kini sudah banyak yang mengontrak rumah di Desa Suka Makmur unit 1. Masyarakat meminta kepada Dan Ramil, Kapolsek serta Camat Sungai Bahar Tengah agar segera membasmi praktek prostitusi, jangan hanya janji-janji namun agar segera ditindaklanjuti dengan menutup lokalisasi tersebut.

Kepala Puskesmas Apriani SKM.MKes menjelaskan sejak dia ditempatkan menjadi kepala Puskesmas di unit 5, hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ibu-ibu di Puskesmas, penderita penyakit kelamin bagi ibu-ibu sebanyak 150 orang, itupun yang hanya mau memeriksakan kesehatannya di Puskesmas. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena sewaktu-waktu jumlahnya bisa bertambah banyak lagi. Untuk mencegahnya, pemerintah dan pihak keamanan secepat mungkin memberantas prostitusi agar masyarakat terutama kaum pria tidak ketularan penyakit kelamin yang sangat berbahaya tersebut.

Dari semua keterangan tersebut, Dan Ramil Kapten Inpantri Suyadi, Kapolsek AKP.Yumika Putra beserta Camat Suwardiman SP.d berjanji akan menindaklanjutinya secepat mungkin.

Selain permasalahan diatas para Kades juga memohon agar perusahaan RAM yang ada di Sungai Bahar ditutup, sebab gara-gara RAM inilah Koperasi Unit Desa mengalami kehancuran dan terancam tutup. Sebab Tandan Buah Segar (TBS) lari kepada tengkulak RAM. Perusahaan RAM penampung TBS sebenarnya merugikan masyarakat, termasuk merusak jalan dengan menghancurkan jalan poros Kabupaten juga jalan poros Poropinsi.

Hasil pantauan media BN dilapangan pihak PTP. Nusantara VI Jambi/Sumbar tidak mau lagi memperbaiki Jalan Poros Provinsi dan Kabupaten serta tidak bersedia memberikan kepada warga Sungai Bahar bibit unggul kelapa sawit dengan harga Rp.25.000/batang sebab TBS dari kebun warga, dijual kepada tengkulak dan RAM.

PT.Perkebunan Nusantara VI sangat menyayangkan sikap Masyarakat Sungai Bahar yang menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak termasuk kepihak RAM penampung TBS dari warga (Baca : Tengkulak Merajalela, PTPN VI diabaikan) . Hal ini apabila dibiarkan berlarut-larut, akan berdampak negatif bagi masyarakat. Sudah seharusnya pihak dinas perkebunan Jambi mencari jalan keluarnya, demi kesejahteraan masyarakat Sungai Bahar. (JHP)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment