Model Berseragam Polwan Sexy , Dianggap Melecehkan Profesi Polwan

polwan seksi samarinda
SAMARINDA (BN). Kasus dua model cantik berseragam Polwan berpose seksi di kontes modifikasi mobil yang digelar di salah satu mal di Samarinda, berujung panjang. Gara-gara tampilan dua model bayaran berpose cantik berseragam Polwan itu, petinggi di lingkungan Polresta Samarinda meradang.
Kasusnya pun bakal berujung panjang dan bakal ada yang dituntut secara hukum. Soalnya Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kasat Reskrim Kompol Slamet Ramelan menegaskan perwakilan polisi sudah membuat laporan keberatan atas ulah model seksi yang dianggap tak pantas tersebut.
“Kasusnya berlanjut, perwakilan Polwan sudah melapor,” tegas Slamet.
Polisi bahkan sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai penyelenggara event, peserta lomba kontes mobil yang menghadirkan model seksi, serta dua model berinisial Em dan Di juga ikut diperiksa. Bahkan untuk proses penyelidikan, polisi sudah menyita seragam lengkap dengan atribut kepolisian. Penyelidikan polisi, seragam serta atributnya dibeli di salah satu toko di bilangan Jalan P Antasari.
“Mobil yang dipakai untuk acara kontes dan digunakan Polwan juga akan kami sita sebagai barang bukti,” ujar Slamet.
Bahkan jika terbukti, polisi sudah menyiapkan pasal pidana berlapis untuk menjerat tersangkanya. Yaitu pasal 228 tentang mengenakan pakaian bukan yang dipegangnya, pasal 310 tentang penghinaan dan pasal 207 tentang kejahatan terhadap kekuasaan umum. Semua ancaman kurungan penjaranya di bawah lima tahun.
Sementara, Official kontes Tarmiji Ahan mengungkapkan, kontes yang digelar sejak Jumat (27/2) hingga Minggu (1/3) itu sudah mengantongi izin resmi dari Polda Kaltim. Menurut Tarmiji, dalam kontes tersebut ada manual regulasi. Di dalamnya terdapat aturan, panitia tak berhak ikut campur konsep yang dibawakan peserta yang sudah mendaftar, untuk ikut lomba kontes mobil.
“Mulai temanya apa, model, uang jasa untuk model itu semua tanggung jawab peserta kontes. Tapi jika ada yang tak layak, panitia bisa menegur atau memeringatkan,” tutur Tarmiji.
Sebenarnya saat melihat pose model seksi mengenakan seragam Polwan, pihak juri yang melakukan penilaian sudah menegur dan menyuruh mengganti pakaian. Diperkirakan model seksi sempat berpose ala Polwan itu sudah “nampang” sekitar dua jam.
“Bahkan saat mobil Porsche modifikasi Polantas mau dimasukan ke areal kontes, sudah ditanya bagaimana dengan pihak kepolisian. Dijawab sudah aman,” beber Tarmiji.
Kini Tarmiji sudah menyerahkan sepenuhnya kasusnya ke polisi dan meminta kasusnya diusut tuntas.
“Kita mendukung langkah yang diambil polisi. Bahkan kami dari pihak panitia sudah diminta keterangan,” pungkas Tarmiji.
Diketahui, dua model bayaran cantik berpose seksi mengenakan seragam cokelat. Lengan dan baju bawah dilipat sampai kelihatan pusar, sementara rok berwarna hitam yang dikenakan sangat pendek sehingga penampilannya sangat seksi. Dua model seksi tersebut pose di depan sebuah mobil Porsche, yang sudah dimodifikasi menjadi mobil Polantas, di salah satu mal ternama di Kota Tepian, Sabtu (28/2) malam lalu. Sebenarnya pengunjung mal dan peserta kontes tak ada masalah dengan tampilan dua wanita seksi tersebut.
Masalahnya adalah karena dua wanita itu memakai seragam cokelat Polwan, lengkap dengan atributnya. Ada tanda kewenangan polisi di dada kiri, atribut di satuan di lengan kanan. Yang lebih parahnya di lengan kiri seragam yang dikenakan dua model itu terpampang atribut lokasi kepolisian wilayah. Di atribut tersebut tertulis, Polresta Samarinda-Polda Kaltim (lengkap dengan lambang Polda Kaltim).
Pakaian yang dikenakan dua model itu sangat mirip dengan seragam harian Polwan. Tak hanya itu, di pintu mobil mewah tempat dua model itu berpose juga tertulis lambang Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang di bawahnya juga terdapat tulisan Polresta Samarinda.
Tampilan dua wanita seksi tersebut seakan melecehkan polisi, yang selama ini dikenal santun berpakaian. (akn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *