Mobil Dinas Kutai Timur Tidak Sesuai Jabatan

mobil-dinasSANGATTA (BN). Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Setkab Kutai Timur (Kutim) M. Alfian didampingi Kasubag Perlengkapan, Wahyu mengakui ada aturan standarisasi kendaraan yang boleh digunakan setiap pejabat eselon. Namun, yang terjadi saat ini di Kutim, banyak yang menyalahi karena ada yang melebihi standar tersebut.

“Setiap eselon kan ada standar kendaraan yang boleh digunakan, tapi saya lupa aturannya. Tapi sekarang khususnya di jabatan Eselon II, ada indikasi beberapa orang menggunakan mobil setara Sekkab (sekretaris kabupaten, Red) yang menggunakan Pajero Sport,” katanya.

Hal itu terjadi karena selama ini pengadaan kendaraan tidak fokus di Bagian Perlengkapan, tapi ada juga di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sementara pada tahun ini, sesuai tugas pokok dan fungsi, semua pengadaan kendaraan dinas dilakukan Bagian Perlengkapan.

Karena itu, Wahyu menyatakan ke depan tidak akan ada lagi pengadaan mobil dinas (mobdin) untuk pejabat Eselon II seperti kepala dinas dan setaranya, menggunakan Mitsubishi Pajero seperti Sekkab, karena harus disesuaikan aturan.

“Untuk Sekkab memang kendaraan operasionalnya sesuai aturan itu pakai Pajero. Kalau pejabat lainnya, yang di bawahnya jelas tidak sama,” katanya.

Penggunaan kendaraan di kalangan pejabat Pemkab Kutim cukup bervariasi. Namun yang jadi sorotan masyarakat, karena banyak kepala dinas dan asisten yang justru menggunakan mobil mewah seperti Pajero Sport Dakar, yang dianggap melanggar aturan. Selain itu tak ada lagi pembeda antara Sekkab dengan jabatan di bawahnya, jika menggunakan fasilitas yang sama.

Pajero Sport Dakar merupakan varian teratas di kategori sport utility vehicle (SUV) andalan Mitsubishi tersebut. Untuk Pajero Sport Dakar lansiran 2015, harganya mulai Rp 464 juta hingga Rp 531 juta.

H.Duding, Tokoh masyarakat Kutim yang jadi narasumber berita ini mengatakan, “banyak mobil dinas dipakai pejabat esselon empat yang sesuai Permendagri hanya sepeda motor,Tidak itu saja, bahkan terdapat sejumlah pegawai non pejabat juga hilir mudik membawa mobil dinas, bahkan kerap platnya diganti menjadi hitam,“Kalau dihitung-hitung di lingkungan Setkab saja itu ratusan unit mobil dinas tapi pada kemana, kalau kendaraan pool seharusnya ada diparkir di garasi namun kenyataannya yang ada hanya bus,”ungkap nya.(akn)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment