LP2i Tipikor Akan Dirikan Sekolah Antikorupsi Sumsel

sekolah anti korupsi sumselSumsel (BN). Seringkali orang lebih mudah ditemui di warung kopi daripada di kantor atau tempat aktivitas lainnya. Tak pelak, warung kopi ini menjadi lokasi strategis yang dilirik oleh LP2I Tipikor Sumatera selatan untuk dijadikan Sekolah Antikorupsi dan pendidikan antikorupsi.

Sekolah Antikorupsi ini diinisiasi oleh beberapa tokoh Sumsel yang menyadari perlunya sebuah kaderisasi untuk terus berjuang melawan korupsi, khususnya di Sumatera Selatan. Zul Jeneri S.Ag, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Pengawasan Internal LP2I Tipikor Sumatera selatan, menyatakan fenomena korupsi di Sumsel saat itu dirasakan makin parah.

“Salah satu penyebabnya adalah kaderisasi gerakan antikorupsi sangat rendah, tidak ada kader militan. Yang kami temui hanya kader-kader instan yang sering ikut demonstrasi tapi kemudian menghilang,” terang Zul.

Kondisi seperti ini yang semakin membulatkan tekad teman-teman LP2I Tipikor Sumsel untuk membentuk sekolah antikorupsi. “Tapi kami inginnya membuat sekolah informal dan tidak menggunakan konsep training,” tambahnya.
Menurut Zul, nantinya Sekolah Demokrasi Jogja dan PUKAT UGM menjadi rujukan yang kemudian diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi di Sumsel.

“Nantinya Kami mengharuskan setiap calon siswa membuat makalah sebelum masuk sekolah ini. Begitu pula nanti sebagai syarat kelulusan, setiap murid harus membuat tugas akhir berupa laporan atau temuan kasus korupsi, yang kemudian diuji oleh tiga pengajar secara tertutup. Nantinya kasus ini akan dibuka kepada publik melalui media massa,” tandasnya. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *