Irfan, Pengedar Narkoba Dihukum Seumur Hidup

Terdakwa-Irfan
Terdakwa Irfan saat menerima vonis hukuman

Atambua-NTT (BN). Salah satu terdakwa kasus penyebaran narkoba dihukum seumur hidup di Pengadilan Negeri Atambua. Terdakwa, Irfan tertangkap tangan di Motaain, desa Silawan, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten  Belu-Nusa Tenggara Timur (NTT) , 24 Oktober 2014 silam. Saat tertangkap terdakwa membawa 2,16971 gram yang diduga sebagai shabu-shabu. Irfan terbukti melanggar UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal pasal  113 ayat 2.

Dalam pembacaan putusan itu Ketua Majelis hakim, Soesilo, SH.MH, Senin, 23/3/2014, memutuskan bahwa Irfan dihukum seumur hidup karena membawa 2.16971 gram shabu-shabu dan setelah melalui uji Laboratorium terdapat 0,2910 yang mengandung sejenis zat metanina. Barang  bukti tersebut telah dimusankan di POLDA NTT.

Irfan didakwa dengan UU Nomor 35 Tentang Narkotika pasal 113 ayat 2, pasal 112 ayat 2 dan pasal 115 ayat 2.  Ketua majelis Hakim, Soesilo, SH. MH, yang didampingi hakim anggota Nathanael Ndau, SH dan Bukti Firmansyah, SH.MH menegaskan bahwa terdakwa terbukti melanggar UU diatas dengan pasal 113 ayat 2.

Majelis hakim berpendapat bahwa Terdakwa harus mempertangungjawabkan perbuatannya. Perbuatan yang paling memberatkan terdakwa adalah menganggu kesehatan orang lain. Terdakwa tidak ingin membantu pemerintah untuk membasmi pengedar narkotika malah menyebarkan narkotika yang akan menganggu kesehatan masyarakat. Perbuatan yang meringankan adalah ia tidak mlarikan diri dan tiidak menghilangkan barang bukti tersebut.

Ketika dihubungi Binpers.com terkait banding atau tidak, Kuasa Hukum Irfan menjelaskan masih menunggu Irfan berpikir untuk menetukan pilihan apakah akan mengajukan banding atau tidak. Lamanya waktu yang diberikan untuk berpikir hanya selama 7 hari. “saya masih menunggu, Irfan yang menentukan, kita tunggu 7 hari ke depan” kata Martinus  Sobe, pangacara Irfan.  (John Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *