Dana BOS Naik, SPI dihapus… Kepala Sekolah Melanggar Kena Sanksi !!

awasi bosKENDAL (BN), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Drs Muryono, SH, MPd mengatakan dengan tegas bahwa Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang selama ini memberatkan orang tua murid bakal dihapus mulai Tahun Ajaran 2015/2016. Hal ini seiring dengan kenaikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Pemerintah.

Untuk SD, yang saat ini Rp 580 ribu/siswa/tahun, menjadi Rp 800 ribu/siswa/tahun, SMP dana BOS naik dari selama ini Rp 700 ribu/sisi/tahun menjadi Rp 1 juta/siswa/tahun. Sedangkan SMA/SMK yang selama ini dana Rp. 1 juta/siswa/tahun naik menjadi Rp. 1,2 juta/siswa/tahun.

 

“Dengan kenaikan ini maka kami memandang tidak ada lagi sekolah yang menarik iuran ke siswa karena sudah bisa dipenuhi oleh dana BOS,” Ujar Muryono usai membuka sosialisasi BOS 2015 di Aula SMA PGRI 01 Kendal Sabtu (14/2).

Pihaknya akan memberikan sangsi kepada Kepala Sekolah yang menarik iuran apapun ke siswa. “Selama ini sekolah hanya meng-gratiskan 20 persen yang diperuntukkan bagi siswa tidak mampu, namun tahun ajaran depan ini bisa membebaskan semua siswa,” lanjut Muryono. Jika akan membangun ataupun menambah ruangan kelas, sekolah bisa mengajukan ke Kementrian Pendidikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Muryono mengaku banyak keluhan dari orang tua siswa dengan adanya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), kebanyakan mereka minta untuk dihilangkan.

“Saya banyak menerima sms dan telpon terkait pungutan sekolah tersebut, namun saat saya menanyakan ke sekolah memang hal tersebut sudah dibahas terlebih dahulu dengan pihak Komite Sekolah dan semua sudah setuju, dan bahkan jika ada yang keberatan dengan nominalnya bisa meminta keringanan bahkan bisa bebas,” tukas Muryono.

Kenaikan dan BOS ini disambut baik oleh sekolah karena ada tambahan point yang saat ini boleh dibelanjakan. Manager BOS yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Dra. Indar Suci Mulyani mengatakan saat ini sekolah boleh membeli Laptop untuk SD dan SMP sedangkan SMA/SMK bisa dipergunakan untuk membeli LCD proyektor. “Selain itu untuk perbaikan ringan gedung seperti pngecatan, dindng retak ringan bisa digunakan dengan menggunakan dana BOS,” ujar Suci.

Pihaknya juga mengharapkan kepada pihak sekolah untuk lebih berhati-bati dalam menggunaan dana BOS dan bisa tepat sasaran. “Hal-hal yang boleh dan tidak boleh menggunaan dana BOS juga harus di cermati,” lanjutnya.

Sementara itu terpisah Kepada Bidang Pendidikan Dasar Joko Supratikno mengatakan bahwa SPI memang dihapus namun diganti dengan Sumbangan Sukarela, jadi tidak ada paksaan. “Kalau tidak ada sumbangan dan partisipasi masyarakat sangat susah, karena penggunaan dana BOS dibatasi dengan 13 item dan tidak boleh melanggar dari ketentuan tersebut, sementara kebutuhan sekolah untuk perbaikan dan pelayanan secara akademis maupun non akademis sangat dibutuhkan,”ujar Joko. Dengan sumbangan sukarela sekolah tidak lagi membatasi, karena tdak ditentukan. “Mau menyubang Rp. 10 ribu ataupun jutaan tidak menjadi masalah, yang penting tidak ada pemaksaan,” lanjut Joko. (eko)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

2 Thoughts to “Dana BOS Naik, SPI dihapus… Kepala Sekolah Melanggar Kena Sanksi !!”

  1. korban kepala sek korup

    tegakkan tegakkan tegakkan

  2. BRAM IRIANTO

    Bila masih ada sekolah-sekolah yang menarik iuran dana SPI, maka sebaiknya laporkan saja pada pihak Kepolisian.

Leave a Comment