Warga Protes Limbah Berbahaya Buangan Sisa Industri PT. NISSHIMBO Kota Cimahi

nishimboCimahi, (BN).- Berdasarkan data dan peryataan sumber yang berhasil dihimpun Berita Investigasi Nasional dari sejumlah tokoh masyarakat dan warga kampung Cibogo dan lagadar, Kelurahan Utama yang mengaku merasa keberatan atas pembuangan limbah berbahaya yang mencemari air sungai.

Hal itu bertentangan  dengan Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan Peraturan Daerah. Sebab selain diduga kuat tidak menggunakan Instalasi pengolahan AMDAL yang dikeluarkan oleh Pemerintah setempat yang merupakan salah satu dari standarisasi dari Pemerintah, PT. Nisshimbo juga juga memiliki Boiller yang mengeluarkan asap hitam sehingga dapat mencemarkan Udara di sekeliling warga atau masyarakat  wilayah setempat.

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan pembuangan limbah diduga bersumber dari PT. NISSHIMBO yang berada diwilayah Kelurahan Utama, Kota Cimahi, meski sebelumnya telah dihubungi melalui diklarifikasi tertulis, namun disayangkan sampai pemberitaan diturunkan tidak member konfirmasi apapun  terkait surat klarifikasi tersebut.
Ditempat terpisah, Warga masyarakat Desa Margaasih mengeluhkan pembuangan limbah industri yang berasal dari limbah pabrik Kota Cimahi. warga Desa/Kec. Margaasih mengeluhkan pembuangan limbah yang mencemari Sungai Cibaligo dan Sungai Rancamalang, Kec. Margaasih. Pihak SMPN 1 Margaasih juga mengeluhkan limbah yang mengalir di Sungai Cibaligo depan SMPN 1 Margaasih karena mengeluarkan bau menyengat.

Permasalahan limbah ini sampai puluhan tahun belum selesai akibat air limbah yang berasal dari wilayah lain. “Masyarakat hanya bisa mengeluh bau menyengat dari air Sungai Rancamalang yang berasal dari Sungai Cibaligo. Sumber limbah ini berasal dari pabrik-pabrik tekstil dan pencelupan di Kota Cimahi,” kata Kepala Desa Margaasih, Iyep Jamaluddin kepada Berita Investigasi Nasional belum lama ini.

Dia menambahkan, jumlah limbah cair dari pabrik akan meningkat pembuangannya saat hujan turun. “Waktu hujan dimanfaatkan pihak pabrik untuk membuang limbah. Akhirnya warna air sungai menjadi hitam pekat dan berbau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya.

Selain itu, irigasi sawah juga tercemar air limbah sehingga 150 hektare padi berkurang produksinya. “Para petani juga mengeluhkan kakinya gatal-gatal karena terkena air limbah pabrik. Kalau sudah tidak ada tanggapan dari Pemkot Cimahi lalu bagaimana lagi?” ucapnya.

Sungai Cibaligo di Kec. Margaasih menjadi sungai paling tercemar di Kab. Bandung dari uji coba yang dilakukan rutin Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Bandung. Namun, sumber pencemaran air Sungai Cibaligo berasal dari pabrik-pabrik di Kota Cimahi.

“Limbah pabrik dari Kota Cimahi mengalir ke Sungai Cibaligo lalu Sungai Rancamalang dan bermuara di Sungai Citarum daerah Nanjung, Margaasih,” kata Kabid Penegakkan Hukum dan Kemitraan BPLHD Kab. Bandung, Agus Maulana, di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2015).

Dari hasil pemeriksaan BPLHD Kab. Bandung terhadap 15 parameter, Sungai Cibaligo masuk dalam kategori sungai paling kotor di Kab, Bandung. “Misalnya dari pameter Total Suspended Solid tercatat 162 dari seharusnya 50 dan Biological Oxygen Deman ( BOD) 86 dari standard 3 serta Chemical Oxygen Demand (COD) 150 dari standard 25,” ujarnya.

Demikian pula dengan tingkat kandungan phosfat mencapai 0.95 dari standard 0.2, Cu 0.034 (0.02), Seng (Zn) 0.18 (0,05), Nitrit 0.12 (0.06), dan klorin bebas 0.1

Sulit atasi limbah antar wilayah
Selama ini pihak Pemkab Bandung kesulitan menuntaskan persoalan limbah antarwilayah karena adanya otonomi daerah. “Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Bandung sudah berkali-kali mengirimkan surat kepada Pemkot Cimahi maupun Pemprov Jabar untuk ikut menyelesaikan masalah ini,”  papar Agus Maulana.

BPLHD Kab. Bandung,  sudah menyelidiki kasus pencemaran Sungai Cibaligo maupun Sungai Rancamalang dengan menelusuri sumber pencemarannya. “Kami sudah menemukan sumber pencemar yakni berasal dari pabrik-pabrik di wilayah Cimahi Selatan,” ujarnya. (Bambang)

Satu tanggapan untuk “Warga Protes Limbah Berbahaya Buangan Sisa Industri PT. NISSHIMBO Kota Cimahi

  • 29 Januari 2016 pada 22:58
    Permalink

    Memang keterlaluan mereka (kawasan industri cibaligo), di sisi positif mereka menyerap tenaga kerja, di sisi negativ mereka meracuni ribuan warga. sampai saya sendiri susah tidur karena bau busuk asapnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *