Sidang Kasus Korupsi Dana SPP Program PNPM-MP 2013

Saya sangat prihatin dan tidak fahan dengan sikap Kacabjari Bunta yang tiba-tiba memanggil saya untuk dimintai keterangan, dan itupun saya termasuk tidak di BAP, hanya disuruh untuk mengakui tanda tangan pernyataan di Desa, hingga kini saya sudah disidang di Pengadilan Negeri Palu,”

Sidang KorupsiPalu, Sulteng (BN) – Sidang kasus korupsi dana simpan pinjam perempuan (SPP) program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) yang menimpa seorang pengurus Desa (Fasilitator Desa-red) Bohotokon kec.Bunta kab. Banggai, Sulteng program PNPM tahun anggaran 2013 berlangsung aman dan lancar. Menurut dakwaan jaksa penuntut bahwa terdakwa inisial M telah melakukan tindakan korupsi dana anggota kelompok SPP PNPM-MP sebagaimana dakwaan jaksa penuntut bahwa yang bersangkutan (M-red) telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar lebih kurang Rp 40 juta.

Sidang kali ini (03 februari 2015) sudah yang kesekian kalinya, setelah sebelumnya dilakukan penyidikan awal di Kantor Cabang kejaksaan negeri Bunta Kab.Banggai. Dari hasil investigasi wartawan media ini diperoleh keterangan dari terdakwa bahwa proses awal penyidikan terdakwa tidak sesuai mekanisme yang di imani pelaku PNPM yakni Petunjuk Teknis Operasional (PTO).

“Saya sangat prihatin dan tidak fahan dengan sikap Kacabjari Bunta yang tiba-tiba memanggil saya untuk dimintai keterangan, dan itupun saya termasuk tidak di BAP, hanya disuruh untuk mengakui tanda tangan pernyataan di Desa, hingga kini saya sudah disidang di Pengadilan Negeri Palu,” ungkap terdakwa inisial “M”.

Ditempat yang sama terdakwa “M” menambahkan bahwa dakwaan yang dituduhkan kepadanya tidak “fear” karena tidak melalui Penyidikan awal (BAP-red) ia mengaku langsung dijadikan terdakwa dan tanpa penyelidikan secara langsung dilapangan, mengingat program PNPM adalah program pemberdayaan masyarakat dimana setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan kesepakatan bersama oleh pemanfaat program.

“Proses hukum yang dilakukan oleh kacabjari Bunta tidak fear, karena tidak sesuai mekanisme prosedur program PNPM, saya menjalankan kewenangan sesuai kesepakatan anggota kelompok dan kebijakan dalam rangka penanganan masalah yang dipandang dapat mempengaruhi nama baik Desa saya,” ungkapnya.

Dalam keterangan saksi terdakwa dipersidangan PN Palu (03-02-2015) saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut menyampaikan bahwa saksi membenarkan adanya penyetoran sebagian pinjaman anggota kelopok SPP kepada saudara terdakwa oleh anggota kelompok yakni sebesar Rp 5.701.089′- (lima juta tujuh ratus satu ribu delapan puluh sembilan rupiah). Namun rinciannya saksi tidak begitu mengetahui.

Ditambahkan pula dari total lebih kurang Rp 78 juta pinjaman 6 (enam) kelompok SPP di Desa Bohotokon, sebagian dana pinjaman kelompok sudah disetor ke UPK oleh masing pengurus kelompok dan sebagian masih berada ditangan anggota. 3 (tiga) kelompok dari 6 (enam) kelompok SPP sudah melunasi pinjaman Dana SPP ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bunta. 3 (tiga) kelompok yang masih bermasalah dan sedang dilakukan proses hukumnya di PN Palu.

Dana pengembalian yang diterima oleh terdakwa adalah dana pengembalian anggota yang tidak memenuhi target jumlah pengembalian SPP tiap bulan,dengan alasan bahwa anggota hanya menitip uang tersebut karena belum cukup.

Ditambahkannya pula setoran bulan oktober tidak disetor karena UPK sedang bermasalah. “Setoran bulan oktober tidak disetor ke UPK karena UPK sedang bermasalah,terjadi PHK kepada pengurus (bendahara) sehingga dana itu dititip ke Fasilitator Desa (FD-red),”ungkap saksi yang enggan disebutkan namanya.

Ditempat yang sama pengacara/jaksa pembela terdakwa panggil saja Ibu Nur saat dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, “Untuk dakwaan sudah tidak masalah,hanya satu hal yakni apakah FD mempunyai kewenangan untuk memegang keuangan anggota kelompk SPP karena hal itu berkaitan dengan tupoksi, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya karena masih ada sidang lanjutan untuk terdakwa”. (Rin-BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *