Seandainya Polisi Demo Mogok Kerja

polri

Kenapa kita membenci Polisi?

Oleh: Maspri

Citra buruk Kepolisian negara kita kembali tercoreng setelah berurusan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kepolisian Republik Indonesia dituduh melakukan pelemahan fungsi KPK atas penangkapan beberapa petinggi KPK di awal tahun 2015. Alhasil, label Cicak vs Buaya kembali disebut-sebut.

Ada anggapan yang keliru mengenai kepolisian, bukan hanya kepolisian di Indonesia saja, bahkan seluruh dunia menganggap polisi tidak pernah melakukan apa-apa dan makan gaji buta. Misalnya kepolisian di film-film Hollywood yang selalu menggambarkan polisi selalu bersama donat, kopi, yang membuat perut mereka buncit. Kalau mau tau kenapa polisi Amerika selalu makan donat. Makanya jangan kebiasaan memandang permasalahan dari negatifnya saja.

Film-film India, Bollywood itu, tentu juga penyebab stereotyping buruk kita terhadap polisi. Polisi di film India selalu datang setelah api padam, tentu dengan perut—jelas bahwa perut buncit di tengah masyarakat yang sengsara adalah simbol korupsi—berlari pun setengah mati seperti orang jarang olahraga. Anehnya, menghadapi narasi seperti itu, masyarakat kita biasa saja. Tidak ada sedikit pun rasa keheranan, seolah-olah mau mengatakan, ‘Ya begitulah polisi.’ Barangkali memang sosok polisi dalam film-film Bollywood setali tiga uang dengan keadaan polisi di negeri kita sendiri. Tak heran, film Bollywood digemari.

Lalu bagaimana dengan polisi-polisi Indonesia, kenapa mereka gendut? Polisi Indonesia gendut bukan karena banyak makan uang hasil “perdamaian”. Kita pasti sudah tau bahwa kata “damai” sudah melekat dalam institusi kepolisian, apalagi bagi mereka yang biasa kena tilang di jalan karena melanggar peraturan lalu lintas. Ingat, polisi gendut bukan karena isi perut mereka dosa semua. Tidak semua polisi di negara ini pikirannya hanya duit, masih banyak diluar sana polisi yang setia terhadap tugasnya.

Alasan yang paling logis penyebab polisi-polisi gemuk adalah karena mereka kelamaan menjaga pos, bukan karena makan gaji buta. Kita bisa membayangkan betapa membosankannya duduk di pos seharian menerima pengaduan dari masyarakat. Duduk seharian inilah yang membuat semua makanan itu menumpuk. Jangankan polisi.. perut kita saja akan buncit karena terlalu banyak duduk di rumah tanpa melakukan aktifitas.
Kepolisian adalah institusi yang sangat penting. Sebetulnya peran kepolisian bukan hanya di bidang keamanan saja, mereka juga salah satu institusi yang dapat membantu kita dalam mencari pekerjaan. Seandainya polisi mogok bekerja, kepada siapa lagi kita akan mencari SKCK?.

Beberapa tahun silam warga selalu kewalahan dengan aksi perampokan di lampu merah. Namun setelah lampu merah dijaga oleh polisi, keresahan masyarakatpun terobati. Sekalipun polisi gendut itu hanya duduk di posnya, setidaknya dapat mengurangi kriminalitas di lampu merah. Nyatanya, kepolisian tidak pernah mogok bekerja sekalipun mereka selalu dicap buruk oleh masyarakat. Lagian tak semua polisi yang suka “damai ditempat” dan makan gaji buta, kalau semua polisi di negara ini bisa dibeli dengan uang? Keamanan negara ini bisa terguncang dan lahirlah mafia-mafia seperti yang ada dalam film God Father. Nyatanya, mafia dan premanisme di Indonesia sangat sedikit, itupun sudah diberantas. Mengapa kita tidak berterimakasih atas jasa-jasa kepolisian?, mengapa kita hanya dapat menyebut kesalahannya saja?

Lalu sekarang kita bayangkan, misalnya, polisi di jakarta demo, tidak dengan menutup jalan atau membakar ban bekas, atau long march, tetapi yang polisi lakukan adalah menanggalkan baju seragam, lalu ada yang nongkrong di mall, ada yang ke kebun binatang dengan keluarga, ada yang mudik ke rumah orang tua di kampung, ada yang nongkrong di warnet dan masih banyak aktifitas lain yang dapat dikerjakan ketika demo.

Bayangkan, apa yang terjadi, misalnya lagi, ketika hari itu turun hujan, mati lampu, banyak pohon tumbang, tidak ada polisi. Perempatan macet total, orang-orang yang mencoba membantu sebisanya, kacau ada lagi, orang orang yang kecopetan di pasar, yang rumahnya kemalingan. Bingung, mau lapor kemana? kantor polisi tutup .. apa yang anda lakukan ?

Menjelang malam, masih tidak ada polisi, penjahat mulai berkeliaran. Maling, pemerkosa, bahkan orang biasa pun jadi beringas. Perempuan naik angkot, berani? pulang kerja jam sembilan malam, keluar dari kantor, tidak ada polisi dan menjaga keamanan. Secara konsep kita tidak suka dengan orang yang patuh pada perintah tanpa memperhitungkan baik buruk perintah tersebut, tetapi tidak semua polisi itu oknum dan juga tidak semua oknum itu polisi yang jelas polisi juga manusia. (Penulis adalah wartawan Media Berita Investigasi Nasinal — binpers.com — tinggal di Palembang, Sumatera Selatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *