Razia BBM besar-besaran di kota Luwuk

image001Luwuk Banggai, (BINPERS.COM) – Tim gabungan yang terdiri dari Distamben Banggai, Polres Banggai, Kodim 1308 Luwuk, Satpol PP dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Banggai, Kamis 5 Februari melakukan razia besar-besaran untuk menertibkan BBM di kota Luwuk.

Berdasarkan aturan perdagangan BBM yang jadi pedoman BPH Migas secara tegas melarang penjualan BBM diluar SPBU dan agen resmi. Namun demikian, masih ada mafia BBM yang sengaja melakukan penimbunan BBM ilegal untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis ini bukan hanya itu masyarakat biasa pun malakukan bisnis bensin dan solar eceran di pinggir jalan dan sebagian besar dari mereka hanya sebagai formalitas karena bensin dan solar di timbun untuk dijual kembali ke mafia BBM.

Para pedagang eceran BBM di pinggir jalan juga tidak luput dari oprasi razia gabungan ini, tidak sedikit dari pedagang eceran melakukan perlawanan saat dilakukan penertiban oleh aparat. Tindakan tegas aparat saat melakukan razia, termasuk dengan menyita BBM atau perlengkapan seperti jerigen dan botol maupun pembongkaran tempat berjualan eceran dimaksudkan agar tertibnya masyarakat untuk tidak melakukan penjualan bensin eceran di pinggir jalan.

Pasca dilakukan razia penertiban BBM, pada senin 9 Februari para pedagang eceran dan aktivis melakukan demo di kantor Distamben dan kemudian melanjutkannya ke kantor DPRD Luwuk. Polres Banggai pun tidak luput dari aksi demo untuk meminta ketegasan dari seluruh aparatur pemerintah agar menindak tegas para mafia BBM.

Bukan hanya itu saja para operator nozel di SPBU ternyata mereka juga mendapat penghasilan sampingan dari pengisian BBM sebagai pungli yang diambil dari para pedagang bensin eceran dan juga mobil-mobil yang tengkinya telah dimodifikasi sehingga dikatakan sebagai mobil siluman. Mereka sangat marak saat membeli di masing-masing SPBU, khususnya target utama mereka yaitu SPBU yang beralamat didepan Shoping Mall Luwuk secara terang-terangan melakukan kerja sama dengan para mafia BBM.

Sementara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Banggai, Safari Junus mengaku kelangkaan BBM serta terjadinya antrian kendaraan pada seluruh SPBU juga disebabkan oleh praktik mafia BBM.

Penertiban BBM yang dilakukan tim terpadu belum lama ini telah melalui tahapan, yang diawali penyampaian lisan serta ditindaklanjuti dengan surat kepada para penjual bensin eceran. “Rentang waktunya cukup panjang, yakni sekitar 1 bulan malahan semakin banyak bensin yang disimpan warga,” kata Safari.

Safari juga menambahkan, razia yang dilakukan tim terpadu bukan menghambat pencaharian warga, namun apa yang dilakukan tim sudah merujuk pada aturan main yang berlaku. “Apa yang kami lakukan adalah penertiban dan bukan penindakan. Apalagi dalam aturan Migas, penjualan premium hanya dibenarkan pada SPBU dan APMS, bukan eceran di pinggir jalan, terlebih lagi dikawasan SPBU,” (Verra Tamuntuan / WRC Luwuk Banggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *