PT Putra Ricky Globalindo Tbk Cicalengka Diduga Banyak Langgar Aturan

???????????????????????????????Kab. Bandung (BN) – PT Putra Ricky Globalindo Tbk. Cicalengka yang beralamat di Jln. Raya Bandung – Garut Km 28, Cicalengka, Kab. Bandung Jawa Barat, diduga melakukan banyak penyimpangan. Hal tersebut terungkap saat tim investigasi Berita Investigasi Nasional melakukan penesuruan di lapangan. Dugaan penyimpangan tersebut antara lain dari penerimaan karyawan, pemberian upah, fasilitas dan kesejahteraan karyawan, hingga peraturan-peraturan yang merugikan karyawan.

Terkait hasil temuan di lapangan, pada hari senin tangal 23 Febuari 2015 wartawan Berita Investigasi Nasional melakukan konfirmasi ke pihak perushaan dan ditemui oleh Herman Wijaya, SH. Setelah bertemu dan mengadakan wawancara, pada saat akan direkam pembicaraan tersebut ternyata Herman Wijaya melarangnya, “jangan di rekam pak, ditulis saja pak,” kata Herman.

Saat ditanya tentang penerimaan karyawan khususnya untuk di Garmen dimana calon karyawan tidak dicek medical sebelumnya, dan langsung diterima, Herman tidak menjawabnya. Begitupun juga ketika dipertanyakan mengenai aturan yang diberlakukan perusahaan terhadap karyawan tidak boleh membawa gelas atau tempat minum sendiri dari rumah, Herman mengatakan, alasannya sudah disediakan untuk karyawan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media tentang jam kerja yang ada di garmen tersebut, apabila tidak mendapatkan target produksi karyawan tidak mendapatkan gaji/atau tidak dibayar. Saat ditanyakan terkait hal tersebut, Herman pun tidak menjawab.

Ironisnya, PT Putra Ricky Globalindo Tbk. yang merupakan perusahaan besar di bidang garment saat dipertanyakan kembali tentang keberadaan klinik yang ada di perusahaan untuk fasilitas kesehatan karyawan, ternyata tidak memilikinya.
“tidak ada pak klinik didalam perusahaan,” jawab Herman.

Ketika ditanya, apa tindakan perusahaan apabila ada kecelakaan didalam perusahaan? Herman menjawab, “Hanya pertolongan pertama”.

Sangat disayangkan, bagaimana mungkin perusahaan sebesar itu tidak memiliki klinik sendiri sementara kalau ada karyawan yang kecelakaan yang parah akan dirujuk ke Rumah Sakit AMC Cileunyi yang jaraknya cukup jauh dari perusahaan. Bagaimana kalau dalam perjalanan karyawan yang kecelakaan parah dirujuk ke RS AMC Cileunyi, sedangkan dalam perjalanan tiba-tiba meninggal karyawan tersebut, siapa yang bertanggung jawab? Herman pun tak bisa menjawab.

Ironisnya lagi, saat Wartawan akan mengambil foto perusahaan ternyata Herman Wijaya, SH melarangnya sambil mengatakan, “jangan dipoto perusahaannya pak”.

Ketika ditanya alasannya, mengapa tidak boleh difoto? Herman tetap bersikukuh dengan mengatakan, “jangan difoto pak !”

Dengan tertutupnya informasi yang disampaikan oleh pihak PT Putra Ricky Globalindo Tbk. diduga perusahaan tersebut melanggar Hak Asasi Karyawan serta undang undang tentang ketenaga kerjaan serta peraturan lainnya. Kepada dinas yang terkait, khususnya pihak Disnaker kab. Bandung dan provinsi Jawa Barat diharapkan menindak lanjuti temuan tersebut dan turun langsung ke perusahaan.

(Henry Siswanto)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

3 Thoughts to “PT Putra Ricky Globalindo Tbk Cicalengka Diduga Banyak Langgar Aturan”

  1. hamba tuhan

    Ya itu memang benar,, di pt ricky putra globalindo itu jika karyawan tidak mencapai target maka lembur tidak akan di bayar,, bahkan karyawan yang harusnya masuk pukul 07.00 s/d 15.00 mereka di wajibkan masuk jam 6.30 s/d 19.00 (tanpa lembir) dan lebih parah nya lagi mereka terkadang harus pulang jam 08.00 itu pun hanya dibayar 2 jam lembur
    Dan masih banyak lagi penyimpangan lainnya terutama dalam hal PKWT dan THR

  2. Hamba Allah

    Jangankan di bayar lembur Jam kerja pun ketika mau shiftment sampai 32 jam kerja 2 hari 1malam.
    Kalaupun 24 jam hanya di bayar 20rb 1 jam di bayar 10rb hanya masuk lembur 2 jam

  3. kurangwaras

    Istri saya kerja disini… perusahaan gila…. Harusnya udh dilaporkan ke depnaker… Jam kerjanya ngawur… Karyawan yg berani menentang langsung dipecat… Tidak ada tandatangan kontrak ataupun tanda tangan pengangkatan karyawan… Berangkat masih pagi buta pulang larut malem… Gk dihitung lembur sabtupun masuknya full… Tgl merahpun pernah disuruh masuk dan “TIDAK DIBAYAR SEPESERPUN”… Klo udh dapat kerjaan laen.. Amit2 mpe kerja di t4 itu lagi…

Leave a Comment