Pembantaian Orang Hutan

Keterangan Gambar: Salah seorang Mandor PT.NSP mengaku bernama (Su) melihat langsung Kuburan Kerangka Orang Hutan di Areal Perkebunan NSP  sebelum dilakukan Evakuasi/Penggalian  (30/1)
Keterangan Gambar:
Salah seorang Mandor PT.NSP mengaku bernama (Su) melihat langsung Kuburan Kerangka Orang Hutan di Areal Perkebunan NSP sebelum dilakukan Evakuasi/Penggalian (30/1)

“Warga Menemukan Kuburan Kerangka Orang Hutan Di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PT. Nusantara Sawit Perdana (NSP)”

Sampit-Kalteng, (BN) – Proses evakuasi/penggalian kuburan orang hutan yang dilakukan oleh warga Desa Camba dan Kandan disaksikan Lembaga/Ormas serta awak media didalam lokasi areal perkebunan Kelapa Sawit milik PT.Nusantara Sawit Perdana (NSP) pada 30 Januari 2015 yang lalu.

Pantauan awak Media Berita Investigasi Nasional (Binpers.com) sebelum dilakukan evakuasi dan penggalian Tim yang terdiri dari Warga, Lembaga, Ormas dan Wartawan lebih dulu melapor dan mengajak Kepala Desa Kandan untuk menyaksikan evakuasi tersebut. Berhubung Kepala Desa ada kesibukan maka tidak bisa ikut. Setelah Tim sampai ke TKP berkali-kali Nomor Satpam dan Manajemen Perusahaan NSP dihubungi meminta agar pihaknya bisa datang ke TKP untuk menyaksikan langsung hal tersebut, namun mereka tidak mau datang juga, dan setelah dihubungi semua Nomor Telepon tersebut dimatikan (dinonaktifkan).

Tim belum bisa melakukan evakuasi sebelum ada pihak Perusahaan yang menyaksikan langsung, akhirnya usaha warga untuk mendatangkan salah seorang Karyawan yang mengaku berinisial SU yang bertugas sebagai seorang mandor perawatan datang ke TKP.

Ketika Mandor tersebut datang menyaksikan dimana tengkorang tersebut ditemukan, dirinya sangat keberatan dan selalu menghindar dari sorotan kamera awak media, dirinya tidak mau menyaksikan penggalian karena takut kalau mendapat sangsi dari Perusahaan ( Takut Dipecat )

“Pa jangan difoto saya pa, saya takut dipecat perusahaan kalo saya menyaksikan ini,” ucap Sugito sambil meninggalkan TKP.

Sebelum mandor tersebut meninggalkan TKP sempat dipesankan agar pihak Perusahaan segera datang ke TKP, untuk menyaksikan penggalian, namun beberapa jam ditunggu pihak perusahaan tidak ada yang datang, maka proses Evakuasi tetap dilaksanakan.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini ketika turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa Untuk menindaklanjuti lapor dari warga terkait dengan penemuan Kuburan Kerangka Orang Hutan tersebut pada awalnya ditemukan oleh Warga Desa Camba berinisial Kas (27) dkk. saat mereka mencari dan mengambil limbah kayu untuk digesek menjadikan alat bangunan dengan menggunakan Chainsaw di areal PT. NSP.

Menurut Kas saat membersihkan kayu yang mau digesek mereka mencium aroma tidak sedap disekitar tempat tersebut, setelah dicari ternyata mereka menemukan Tengkorak dan Rahang yang diduga Orang Hutan yang berserakan serta beberapa tulang belulang dan bulu dari orang hutan tersebut.

“Awalnya saya mencium bau busuk ketika saya mau membersihkan kayu yang mau saya gesek, setelah dicari ternyata ditemukan tengkorak,Rahang,Tulang Belulang serta Bulu orang Hutan yang berserakan,” Jalas Kas.

“Setelah saya pulang hal ini saya Ceritakan dengan kawan saya (Lembaga,Ormas dan Wartawan) terkait masalah temuan tersebut, lalu mereka turun ke TKP,” ungkap Kas.

Setelah proses Evakuasi dilakukan maka Jasat (Tengkorak) orang Hutan tersebut dibawa dan dilaporkan kembali dengan Kepala Desa Kandan setelah diperlihatkan lalu dibuatkanlah Berita Acaranya yang ditanda tangani oleh semua Tim dan diketahui serta dibenarkan oleh Kepala Desa Kandan.

Selanjutnya Tim langsung membawa jasat dan Tengkorak Orang hutan tersebut mau memperlihatkan dengan Manajemen PT. NSP, setelah melapor di Pos Satpam hanya dua orang yang diperkenankan masuk menghadap Manajemen, sempat terjadi perdebatan kecil dengan manajemen karena menurut manajemen itu tidak benar itu hanya rekayasa, kemudian Tim pulang

Penemuan ini dilaporkan langsung ke Kepala Dinas Kehutanan Kotim Sanggul Lumban Gaul, setelah dikoordinasikan Sanggul mengarahkan langsung agar berkoordinasi dan dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kotim.

Menurut Komandan Pos BKSD Kotim Moriansyah ketika ditemui di Kantornya (2/2) setelah dirinya melaporkan ke atasannya di Pangkalan Bun, lalu disarankan agar dirinya sangsung saja mendampingi warga untuk menyerahkan langsung Barang Bukti (Barbuk) tersebut ke BKSDA Provinsi di Palangka Raya, selanjutnya langsung berkoordinasi kearah penyelidikan dan sesegera mungkin dilakukan peninjauan ke Lokasi. Penemuan Tengkorak orang dimaksud.

Sampai dengan berita ini diturunkan bahwa Barbuk masih berada ditangan Tim, berhubung salah seorang Tim masih melakukan perjalanan ke Jakarta, setelah kedatangannya nanti maka Barbuk tersebut segera diserahkan ke BKSDA di Palangka Raya, Tim selalu mengawal kasus ini sampai tuntas. (nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *