Pembangunan Jalan di Kota Pontianak Mudah Rusak

“Pihak Bina Marga Terkesan Lakukan Pembiaran”

jalan di pontianakPontianak, (BN) – Penggunaan keuangan pemerintah, khususnya APBD TA.2014 Pemerintah kota Pontinak yang alokasinya diperuntukkan pembangunan jalan dimana penguasa anggaran dari dinas PU Kota Pontianak sedapat mungkin memberikan kwalitas maupun kwantitas yang baik, tidak dikerjakan asal-asalan. Fakta dilapangan hasil yang telah dilaksanakan diduga tidak memberikan hasil yang baik sehingga dalam waktu relatif singkat, tidak sampai satu dekade saja sudah mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan wartawan binpers.com di lapangan, adanya paket pekerjaan pembangunan peningkatan jalan Harapan Jaya Pontiank selatan yang mana pada hasil pekerjaan pada pengaspalan (Latasir/sensit) pemadatan kurang maksimal tejadi kelembekan ( Memuai-red). Pekerjaan dengan dana yang bersumber dari Subsidi Pemprov Kalbar, sangat disayangkan karena tidak memberikan mutu yang baik dengan anggaran sebesar Rp 2.839.689.000.00,- yang dikerjakan oleh perusahaan PT.Nokan Nayan, Kontrak No.02/PPK/PEM-HARAPAN JAYA/DPU-BM/2014, Tanggal 14 Juli 2014, dalam jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Dana sebesar itu menghasilkan dua jalur Cor Beton dan Lapsisan Aspal sepanjanjang 300 Meter.

Disamping pekerjaan Jalan Harapan Jaya, peningkatan maupun perbaikan aspal tidak jauh beda pekerjaan lapisan Jalan Tanjung Raya Dua Pontianak Timur dikerjakan pada saat akhir bulan Desember 2014 juga ada yang sudah mengalami kerusakan. Bahkan pernah dilapis kembali, akan tetapi memberikan mutu yang baik. Jika ditelusuri jalan Tanjung Raya Dua gejala kerusakan sudah tinggal meunggu waktu. Seperti didepan Kompleks Bali Lestari dan diatas galian pipa PDAM.

Selain itu pekerjaan Peningkatan dan penggantian jembatan kota dengan paket peningkatan jalan jalan Budi Utomo Multi Years) juga dipertanyakan apakan setelah dikerjakan akan memberikan mutu yang baik yang menelan anggaran sebesar Rp.45.643.259.000,- dengan waktu pelaksanaan 600 hari kalender, pemiliharaan 365 hari dikerjakan oleh PT.Eria Makmur yang dalam pelaksanaanya bertepatan dengan musim penghujan.

Begitu juga dengan pekerjaan Jalan Panglima Aim Satu, tahun anggaran 2014 dibagi dua paket pekerjaan yang awal Desember 2014 sudah dilaksanakan dengan bulan yang beda pekerjaan lanjutan yang tidak sampai pada simpang depan Yarsi dengan TA. 2014 dengan anggaran Rp.433.781.000.00,- Kontrak No.02/PPK/SPK-PEM-P.AIM/APBD 2014, Tanggal 22 Oktober 2014, waktu pelaksanaan selama 60 hari Pelaksana CV.Putra Indonesia.

Menanggapi temuaan pekerjaan jalan di wilayah kerja Dinas PU kota Pontianak, Kabid Bina Marga Sukri, ST, MT, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (21/1/2015) mengatakan, “pekerjaan jalan Harapan jaya sudah kami sampaikan kepada pelaksananya untuk melakukan perbaikan apabila ada kerusakan,” katanya.

Begitu juga dengan pekerjaan jalan Tanjung Raya dua yang dekan dengan galian Pipa PDAM, kata Sukri, juga sudah pernah diperbaiki. “Kalau ada kerusakan lagi itu disebabkan jalan semen yang lama mengalami kerusakan sehingga berpengaruh pada lapisan pekerjaan pengaspalan yang sekarang,”ungkapnya.

Sukri menambahkan bahwa dalam pekerjaan pembangunan jalan bukan saja Bina Marga untuk jalan lingkungan seperti Gang-gang itu ditangani oleh dinas PU Cipta karya, seperti pekerjaan dikompleks Layly Raya itu bukan kapasitas dinas PU Bina Marga.

Hingga berita ini diturunkan pihak PU Bina Marga belum melakukan klarifikasi kepada pihak pelaksana.

Ditempat terpisah salah seorang warga Tanjung Raya dua, Eko, mengatakan dirinya sudah tidak heran lagi melihat proyek pemerintah yang dinilainya kebanyakkan tidak bertahan lama.

“Contohnya ada proyek pemerintah pembangunan jalan dikota Bandung hanya waktu tiga bulan saja jalan sudah hancur,” ungkapnya.

Eko menambahkan, sebenarnya pekerjaan pembangunan jalan yang tidak bertahan lama itu disebabkan kurangnya pengwasan dari pihak terkait khususnya dinas PU.

“Seharusnya semua pihak juga segera turun meninjau langsung atas hasil pekerjaan tersebut dan bila terdapat kejanggalan segera menindaklanjutinya dengan meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dari kontraktornya. Itu kerjanya,” tambah Eko.
Hal senada juga disampaikan Ketua LP3KRI Kalbar, SY. Ahmad BI bahwa diapernah beberapa kali berbicara di media tentang kerusakan jalan, baik yang menggunakan dana APBD maupun APBN yang tidak menjamin ketahanannya.

“Kalau pekerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan alias asal jadi saja jelas ini akan merugikan keuangan negara hal ini perlu segera disikapi,dievaluasi dan bila perlu di audit,” jelasnya

Ditegaskannya, apabila benar terjadi penyimpangan pihak penegak hukum jangan segan untuk memproses pihak-pihak yang terkait, dimana dampak dari pembangunan tersebut sanggat merugikan masyarakat , dengan kata lain masyarakat tidak mendapatkan manfaatnya. (Bun-Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *