Pasar Hewan Bireuen Jual 300 Ekor Ternak Tiap Hari Sabtu

 Pedagang Lembu di Pasar Hewan Bireuen Sdang Menurunkan Lembunya Untuk di Jual (Fot, TARMIZI A. GANI)

Pedagang Lembu di Pasar Hewan Bireuen Sdang Menurunkan Lembunya Untuk di Jual (Fot, TARMIZI A. GANI)

BIREUEN, ACEH (BN) – Pasar hewan Bireuen yang terletak di Gampong (Desa, red) Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Aceh. setiap hari sabtu pasar hewan ini dijadikan lokasi dagangan ternak warga hingga mencapai 300 ekor, bahkan adakalanya lebih.

Tinjauan penulis Sabtu 14 Februari 2015, mendapati sejumlah ternak, terutama lembu, kerbau, kambing dan domba (biri-biri) di ikat berjejeran di barak jualan pasar hewan tersebut, warga yang menjadi pembeli terlihat mondar mandir memilih lembu yang cocok untuk di beli dan kemudian di pelihara.

Sulaiman, SP, petugas pasar hewan mengatakan lokasi pasar hewan Bireuen yang luasnya 67×84 m atau 5.628 m ini terdapat empat barak jualan dengan luas rata-rata perbarak sekitar 30×18 m, ditambah satu mushala dan satu kantor merupakan salah satu pasar hewan yang sangat sibuk di Aceh pada setiap hari sabtu, sebutnya.

Sejumlah ternak yang dijual di pasar hewan ini, paling banyak berasal dari Kabupaten Bireuen, pun demikian ada juga yang di datangkan dari Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie dan dari daerah-daerah lainnya di Aceh, tambah Sulaiman.

Menyangkut jumlah dagangan ternak saat ini nampaknya mulai berkurang akibat banyaknya lahan ternak yang beralih fungsi guna untuk lahan perkebunan dan lainnya, karena itu kita berharap setiap Kepala Keluarga (KK) bisa berperan membudidaya ternak lembu dengan setiap Kepala Keluarga mau memelihara dua (2) ekor ternaknya.

Sementara Sofyan Bulang salah seorang pedagang lembu di pasar hewan Bireuen mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi kendala di pasar hewan Bireue ini, antaranya adalah jalan kepasar dengan panjang lebih kurang 300 m luas 4 m tidak di aspal dan bahkan rusak, pasar ini juga sebenarnya sempit dan perlu perluasan, kemudian tempat parkir juga tidak tersedia dengan cukup, kami berharap pihak pemerintah bisa melihat pentingnya pembangunan pasar hewan Bireuen ini di prioritaskan, pinta Sofyan Bulang.

Menurut salah seorang mentri lembu, ada beberapa jenis ternak lembu yang dijual di sini antaranya, lembu lokal Aceh, lembu bali, lembu simental, lemba jenis brama, sementara menyangkut harga, lembu lokal Aceh yang berumur 2,5 tahun dijual dengan harga berkisar antara Rp. 7.500.000 (Betina), dan untuk yang jantannya dijual dengan harga sekitar RP. 8.500.000, jelasnya.

“Sedangkan untuk lembu bali yang betina ukuran 2,5 tahun dijual dengan harga RP. 9. 500.000, dan yang jantan mencapai RP. 12.500.000,” pungkasnya. (Hasbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *