LP2I Tipikor Sumsel : Diduga Pungutan Liar di Sumsel Marak

image001PALEMBANG, (BN) – Ketua DPW LP2I Tipikor Sumatera selatan, Abdul Aziz. ST, mengungkapkan bahwa banyak kaum pengusaha mengeluhkan tindakan pungutan liar masih marak dilakukan oknum pegawai negeri sipil ketika pelaku usaha mengurus proyek atau beragam perizinan.

“Kami mendapat keluhan maraknya pungutan liar karena setiap mengurus berbagai proyek atau memdaftarkan izin usaha pasti ditawarkan membayar lebih mahal kalau ingin cepat,” katanya, di Palembang, beberapa watu lalu.

Menurut dia, kasus pungutan liar itu hampir terjadi di setiap kabupaten/kota dan perizinan di provinsi, karena sebagian besar pengusaha di beberapa daerah juga mengeluhkan hal yang sama, Ketika mengurus proyek, pegawai yang notabene adalah pegawai negeri sipil itu meminta bayaran tinggi kalau mau cepat.

Ia mengatakan, banyak pelaku usaha terpaksa mengikuti keinginan oknum pegawai tersebut, karena ingin mendapatkan proyek atau mengurus perizinan dengan cepat. Karena jika tidak menuruti keinginan mereka proyek atau izin usaha yang tidak akan berjalan lancar.

Dia menjelaskan, idealnya pegawai tidak melakukan hal itu karena mendorong perekonomian biaya tinggi di daerah, akibat praktek pungutan liar. Pegawai negeri sipil pun gajinya sudah besar sehingga sudah sangat wajar melayani secara optimal.

Anton(36) salah seorang kontraktor di Kota Palembang mengaku sangat keberatan dengan berbagai pungutan liar ketika mengurus proyek yang dimenangkannya dalam tender.

“Pungutan liar tersebut tidak hanya dilakukan satu instansi, tetapi setiap jalur yang dilewati pengurus proyek mesti membayar,” katanya

Maraknya, pungutan liar tersebut, kata dia, lazim ditemui terutama saar berurusan dengan instansi pemerintah.

“Apalagi kalau mendapat proyek dari pemerintah, setoran yang mesti dibayarkan mencapai lebih dari seperempat nilai proyek,” tegasnya. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *