Keseringan Nonton Video Porno, Seorang Siswa SMK Cabuli dua Anak dibawah Umur

IMG-20130505-02603-1Manggarai-NTT, (BN) – Seorang Pelajar SMK Swakarsa Ruteng yang berinisial AL (17 tahun) tega melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak dibawah umur. Pelecehan yang terjadi di Mowol, Desa Lia Kecamatan Satarmese Barat ini dilakukan AL terhadap dua anak dengan jenis kelamin berbeda yang juga merupakan sepupu dari pelaku Sendiri.

Dihadapan polisi, AL mengaku menjalankan tindakan bejatnya sejak januari silam. Selain itu Pelaku juga mengakui tega melakukan aksi bejatnya karena sering menonton Video Porno di Ponselnya. Karena keseringan menyantap (menonton, red) Video porno ini pelaku pun mulai menjalankan aksi bejat terhadap dua anak dibawah umur yang masih duduk di bangku SD.

Pada januari silam yang menjadi korban sodomi AL adalah anak laki-laki dengan inisial FRK (8 tahun) daan saat itu AL menjalankan tindakanya dalam waktu cepat karena lansung menyekap FRK dikamar kemudian menelanjanginya dan terjadilah pelecehan.

Tidak puas dengan tindakannya pada FRK, AL pun kembali melanjutkan tindakan kejinya tersebut pada beberapa pekan silam. Seorang anak perempuan berinisial YE (7 tahun) pun menjadi korban AL yang lain. YE yang saat ini masih duduk di bangku SD disekap pelaku saat korban sedang menuju ke kebun milik keluarganya. Kalau sebelumnya AL hanya menjalankan tindakan pelecehan pada FRK sekali, nasib lain menimpa YE karena telah dua kali ditelanjangi paksa oleh pelaku.

Aksi bejat pelaku pun mulai terbongkar saat korban YE didapati oleh orang tua nya merintih kesakitan. Malu mengakui kalau sudah dicabuli oleh AL, orang tua YE pun memaksa korban untuk diperiksa di RSUD Ruteng. Dari hasil pemeriksaan tim dokter, bagian alat kelamin YE mengalami luka parah dan bengkak. Hasil pemeriksaan ini pun membuat kedua orang tua YE berang dan melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Kapolres Manggarai, AKPB, Muhamad Isaq Said, SH melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP. Yuda Wira Negara saat ditemui BINPERS.COM pada Selasa siang (17/02/2015) mengatakan pihaknya baru mendapatkan laporan kasus ini pekan silam saat keluarga korban telah melakukan pemeriksaan bersama tim medis RSUD Ruteng.

Yuda juga menambahkan pihaknya sudah meringkus pelaku dan sementara telah diamankan di Mapolres Manggarai untuk diproses. Selain itu, tambah Yuda, AL akan dijerat dengan pasal 76D Junto Pasal 81 ayat 1 tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Elvis Yunani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *